Cegah Intoleransi dan Radikalisme, PC PMII Mempawah Gelar Seminar Kepemudaan
Mempawah (Suara Kalbar) – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mempawah menggelar Seminar Kepemudaan bertema “Pemuda Bersatu! Lawan Intoleransi dan Radikalisme, Jaga Indonesia.”
Kegiatan berlangsung di Gedung PGRI Mempawah, Jumat (31/10/2025) pukul 08.20 WIB.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Kapolres Mempawah yang diwakili Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Mempawah Aiptu Dwi Jaya Oktawijaya, Dandim 1201/Mph diwakili Letda Czi Zainal Abidin, Ketua KPU Mempawah Lutfiadi, serta Ketua IKA PMII Mempawah Misran.
Selain itu hadir pula Ketua Mabincab II Mempawah Miftahul Akhyar, Ketua IPARI Mempawah Syahrudin selaku narasumber, Sekretaris Mabincab PMII Mempawah M. Nasirudin, Demisioner PC PMII Mempawah Zainul Arifin, Ketua PC PMII Mempawah Hafit, dan Ketua KOPRI PC PMII Mempawah Cindy Wulandari.
Kegiatan juga diikuti oleh kader PMII dari tingkat cabang dan rayon, serta perwakilan siswa-siswi SMA se-Kabupaten Mempawah.
Ketua PC PMII Mempawah, Hafit, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan, senior, dan peserta yang telah hadir.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PMII terhadap isu-isu kepemudaan, terutama dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.
“Hari Sumpah Pemuda jangan hanya dijadikan sebagai momen seremonial, tetapi harus menjadi aksi nyata pemuda dalam menjaga bangsa dan negara. Melalui tema Pemuda Bersatu! Lawan Intoleransi dan Radikalisme, Jaga Indonesia, kami ingin menegaskan bahwa generasi muda harus berperan aktif dalam pencegahan radikalisme dan sikap intoleran,” ungkap Hafit.
Sementara itu, Ketua Mabincab II Mempawah, Miftahul Akhyar, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang diselenggarakan PC PMII Mempawah.
Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama dengan pesatnya pembangunan di Kabupaten Mempawah, termasuk keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing.
“Momen ini harus dijadikan pemuda Mempawah sebagai ajang pembuktian diri untuk menjadi pemimpin di masa depan. Saya yakin pemuda Mempawah mampu berperan aktif dalam mencegah potensi intoleransi dan radikalisme, sekaligus menjadi pelopor keamanan dan ketertiban di daerah,” ujar Miftahul Akhyar.
Adapun materi seminar yang dibawakan narasumber mencakup sembilan kata kunci moderasi beragama, strategi penguatan moderasi beragama, argumen tekstual moderasi beragama, serta isu-isu kemanusiaan di era digital.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan dan memperkokoh peran pemuda dalam menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






