SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Opini HUT ke-80 RI dan Peran UT Pontianak Mendorong Peningkatan IPM Kalimantan Barat

HUT ke-80 RI dan Peran UT Pontianak Mendorong Peningkatan IPM Kalimantan Barat

Dr. Romi Siswanto, M.Si, Direktur UT Pontianak.[HO-Pribadi]

Delapan puluh tahun sudah Republik Indonesia berdiri. Perjalanan panjang ini penuh perjuangan, bukan hanya mempertahankan kedaulatan, tetapi juga memastikan rakyat merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya kemerdekaan untuk hidup sehat, berpendidikan, dan sejahtera. Tema peringatan tahun ini, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, menjadi cermin dari cita-cita yang harus terus dihidupkan di tengah perubahan zaman.

Oleh: Dr. Romi Siswanto, M.Si

Salah satu cara mengukur apakah cita-cita itu mulai terwujud adalah dengan melihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Indikator ini menggabungkan tiga dimensi utama: umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Di Provinsi Kalimantan Barat, data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan IPM tahun 2024 berada di angka 71,19 poin, naik 0,72 poin dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan rata-rata dalam lima tahun terakhir mencapai 0,87 persen per tahun, sebuah kemajuan yang patut diapresiasi, walau masih tertinggal dibandingkan rata-rata nasional.

Kalau dirinci, harapan hidup saat lahir di Kalbar kini menyentuh 73,94 tahun. Harapan lama sekolah mencapai 12,68 tahun, sedangkan rata-rata lama sekolah baru di angka 7,78 tahun. Angka-angka ini memberi pesan yang sangat jelas masyarakat Kalimantan Barat semakin sehat dan berpeluang mengenyam pendidikan lebih lama, tetapi tantangan untuk mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan masih cukup besar.

Di sinilah pendidikan tinggi mengambil peran vital, dan Universitas Terbuka (UT) Pontianak menjadi salah satu pilar pentingnya. Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT menawarkan akses kuliah bagi siapa saja, tanpa batas usia, lokasi, atau status pekerjaan. Banyak mahasiswa di Kalbar yang bekerja sambil kuliah di UT, memanfaatkan fleksibilitas jadwal dan biaya yang terjangkau untuk terus mengembangkan diri. Pendidikan Jarak Jauh sangat cocok untuk geografis propinsi Kalimantan Barat yang luasnya kurang lebih 147 km persegi (lebih luas dari Pulau Jawa) yang jumlah penduduknya hanya 5,6jt jiwa. Model ini bukan sekadar memberi ijazah, tapi juga membuka jalan bagi peningkatan rata-rata lama sekolah, salah satu indikator kunci IPM.

Dampaknya meluas. Lulusan pendidikan tinggi umumnya memiliki pendapatan lebih baik, akses kesehatan lebih baik, dan partisipasi sosial yang lebih tinggi. Pendidikan juga membawa efek lintas generasi: anak-anak dari orang tua berpendidikan tinggi cenderung bersekolah lebih lama. Dengan ribuan mahasiswa aktif dan alumni yang tersebar di seluruh Kalbar, UT Pontianak membangun fondasi sumber daya manusia yang lebih kuat, yang pada akhirnya berkontribusi pada kesejahteraan daerah.

Memasuki usia ke-80 kemerdekaan, kita diingatkan bahwa persatuan bukan hanya soal berdiri di bawah satu bendera, tetapi juga bergerak bersama menuju kualitas hidup yang setara di seluruh pelosok negeri. Bagi Kalbar, meningkatkan IPM bukan sekadar angka di laporan statistik, tetapi perjalanan panjang menuju provinsi yang lebih berdaya saing dan masyarakat yang lebih sejahtera.

UT Pontianak sudah mengambil langkah besar di jalur ini. Tantangannya kini adalah menjaga momentum, memperluas jangkauan, dan memastikan tak ada warga Kalbar yang tertinggal dari arus kemajuan. Sebab, hanya dengan rakyat yang sehat, berpendidikan, dan sejahtera, kita benar-benar bisa mewujudkan Indonesia Maju.

*Penulis Adalah Direktur Universitas Terbka (UT) Pontianak

Komentar
Bagikan:

Iklan