Wafat di Mimbar, Ini Perjalanan Hidup Ustaz Mualaf Yahya Waloni
Jakarta (Suara Kalbar) – Pendakwah Ustaz Muhammad Yahya Waloni wafat saat menyampaikan khotbah Jumat di Masjid Darul Falah, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (6/6/2025). Kejadian itu terjadi bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah.
Kabar wafatnya Yahya Waloni langsung menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan publik. Semasa hidup, Yahya dikenal sebagai sosok mualaf yang aktif berdakwah, namun juga kerap menuai kontroversi atas pernyataan-pernyataannya.
Dari Pendeta ke Pendakwah
Yahya Waloni lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 30 November 1970, dengan nama lengkap Yahya Yopie Waloni. Ia tumbuh sebagai seorang pemeluk Kristen dan menempuh pendidikan teologi hingga meraih gelar doktor dari Institut Theologia Oikumene Imanuel Manado pada tahun 2004.
Kariernya di dunia keagamaan cukup panjang. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong, Papua Barat, serta Rektor Sekolah Tinggi Teologi Eben-Haezer di Sumatera Selatan. Dari kedua institusi tersebut, ia banyak mencetak pendeta.
Namun, pengalaman spiritual dan perenungan panjang membawanya pada pencarian kebenaran yang akhirnya membawanya memeluk Islam. Pada 11 Oktober 2006, Yahya dan istrinya resmi menjadi mualaf setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di Tolitoli, Sulawesi Tengah, dibimbing oleh Ustaz Komarudin Sofa dari Nahdlatul Ulama (NU).
Nama Yahya kemudian berubah menjadi Muhammad Yahya Waloni, sementara istrinya Lusiana berganti nama menjadi Mutmainnah. Pasangan ini dikaruniai tiga anak.
Perjalanan Dakwah dan Kontroversi
Sejak menjadi mualaf, Yahya aktif berdakwah ke berbagai daerah di Indonesia. Ia kerap membagikan kisah perjalanannya masuk Islam dan pengalaman spiritual yang ia alami. Namun, dakwahnya juga kerap memicu perdebatan karena menyentil agama lamanya, Kristen.
Pada tahun 2022, ia pernah dipenjara selama lima bulan karena kasus ujaran kebencian dan penodaan agama. Usai menjalani masa hukuman, Yahya menyatakan tobat dan mengakui kekeliruannya dalam berdakwah yang terlalu menyerang keyakinan lain. Meski demikian, ia tetap melanjutkan aktivitas dakwahnya.
Wafat di Atas Mimbar Khotbah
Pada Jumat (6/6/2025), Ustaz Yahya diundang menjadi khatib salat Jumat di Masjid Darul Falah, usai menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban. Di hadapan ratusan jemaah, ia menyampaikan pesan-pesan tauhid dan keteladanan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah.
Namun, setelah menyampaikan khotbah pertama dan bersiap melanjutkan khotbah kedua, Yahya tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh dari mimbar. Para jemaah yang panik segera memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Sayangnya, tim medis menyatakan bahwa ustaz berusia 55 tahun itu telah meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Kepergian Yahya Waloni meninggalkan duka mendalam bagi para pengikut dan simpatisannya. Meski dikenal kontroversial, banyak pihak mengenangnya sebagai sosok yang gigih dalam meniti jalan hijrah dan dakwah hingga akhir hayat.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





