SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Produksi Gula Tertinggi dalam 5 Tahun, Swasembada Dikejar 2027

Produksi Gula Tertinggi dalam 5 Tahun, Swasembada Dikejar 2027

Ilustrasi gula pasir. (Antara/Syifa Yulinnas)

Jakarta (Suara Kalbar)- Pemerintah menargetkan swasembada gula nasional dipercepat dari rencana awal tahun 2028–2030 menjadi tahun 2027. Langkah akselerasi ini mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sebelumnya, roadmap swasembada gula menetapkan pencapaian swasembada gula konsumsi pada 2028 dan gula industri pada 2030. Namun kini, pemerintah mendorong percepatan melalui pendekatan strategi hulu ke hilir, mulai dari pembenahan benih, pola tanam, hingga distribusi.

“Kalau kita benahi sistem penjualan agar petani untung, maka mereka pasti terus menanam,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri panen raya dan penanaman tebu di Kebun Tebu Jolondoro, Banyuwangi, di hadapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Senin (23/6/2025).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya hilirisasi agar harga tebu adil bagi petani dan jaringan distribusi berfungsi dengan baik.

Menurut Andi Amran Sulaiman, pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh pada sektor tebu, yaitu pemilihan benih unggul, penerapan irigasi dan pola tanam efisien, sistem distribusi dan penjualan yang transparan.

“Petani harus diberi ruang untuk untung. Kalau rugi, mereka jera menanam,” tegasnya.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan sektor gula jadi PR besar pemerintah setelah stabilisasi harga beras.

“Paling lambat 2027. Kita kejar swasembada gula. Semua harus diuntungkan: petani, konsumen, dan negara,” ujarnya.

Perkiraan produksi 2,75 juta ton di 2025, tertinggi dalam 5 tahun

Rencana kerja sektor tebu: 

1. Intensifikasi 275.000 ha bongkar ratoon.
2. Perluasan 500.000 ha lahan baru.
3. Bangun dan reaktivasi 10 pabrik gula.
4. Menggunakan benih unggul dan pupuk tepat sasaran.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan