Doko-doko, Kue Ketan Isi Kelapa yang Khas Saat Ramadhan
Pontianak (Suara Kalbar)- Ramadhan menjadi salah satu ladang rezeki bagi para penjual takjil, tidak terkecuali kue tradisional yang sering dijumpai saat ramadhan yaitu doko-doko.
Doko-doko sendiri adalah kue yang terbuat dari tepung ketan yang di isi dengan parutan kelapa yang sudah diberi gula merah, lalu dinikmati dengan kuah santan. Tekstur kue yang kenyal dengan perpaduan rasanya yang gurih dan manis membuat kue ini kerap di cari untuk sajian berbuka puasa.
Salah satu penjual jajanan ini adalah Nana, ia mengaku memanfaatkan momen Ramadhan untuk berjualan Doko-doko dengan dititipkan kepada para penjual takjil di pasar Ramadhan.
Dalam satu hari, Nana bisa menitipkan 30 kantong doko-doko yang ia hargai Rp. 10.000 per kantong. Biasanya ia akan mulai membuat kue tradisional ini pukul 09.00 pagi dan menitipkannya saat sore hari.
“Biasanya kita mulai buat ini jam 09.00 pagi, nanti ngantarnya sore sekitar jam 14.30 di pasar Ramadhan,” kata Nana.
Nana mengaku ia mempelajari cara membuat kue tradisional ini dari Almarhum ibunya yang juga hobi membuat jajanan tradisional.
“Dulu almarhum ibu saya sering juga buat jajanan tradisional seperti ini, jadi sekalian belajar lah,” ujarnya.
Proses pembuatannya sendiri tidak terlalu rumit, bahan yang diperlukan yaitu tepung ketan, kelapa parut untuk isian, gula merah, gula pasir dan santan.
Setelah menyiapkan semua bahan, adonan tepung ketan dan air di uleni agar bisa dibentuk pipih kemudian di isi dengan kelapa parut yang sudah ditambah dengan gula merah.
Setelah itu rebus doko-doko yang sudah dibentuk sampai mengapung lalu tiriskan. Untuk kuahnya, cukup didihkan santan, gula, garam dan daun pandan lalu tambahkan sedikit meizena, setelah itu aduk hingga mendidih dan kuah siap disajikan dengan doko-doko.
Ditengah semakin banyaknya berbagai jenis jajanan yang populer di kalangan masyarakat, Nana berharap jajanan tradisional seperti doko-doko ini dapat terus populer di masyarakat hingga generasi mendatang.
“Saat ini peminatnya lumayan banyak, alhamdullilah habis terus tiap dititipkan, jadi ya semoga jajanan tradisional seperti ini tidak hilang dan punah ya,” tutupnya.
Penulis: Meriyanti
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





