SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Wakapolda Kalbar Perintahkan Pendirian Posko Pemantauan Karhutla

Wakapolda Kalbar Perintahkan Pendirian Posko Pemantauan Karhutla

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalimantan Barat, Brigjen Pol Roma Hutajulu (ANTARA)

Pontianak (Suara Kalbar)- Wakapolda Kalimantan Barat, Brigjen Pol Roma Hutajulu, memerintahkan pendirian posko pemantauan khusus guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau di wilayah tersebut.

Posko ini diharapkan mampu memonitor aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran, serta menjadi pusat koordinasi pengawasan.

“Posko ini bertujuan untuk memonitor aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama selama musim kemarau,” katanya melansir dari ANTARA, Rabu(18/9/2024).

“Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, sekaligus menjadi titik pemantauan terhadap aktivitas masyarakat di wilayah rawan karhutla. Dengan demikian, kita dapat merespons dengan cepat jika ada indikasi kebakaran,” tuturnya.

Selain posko, Roma juga menginstruksikan tim gabungan yang terdiri dari Samapta, Brimob Polda Kalbar, Polres Kubu Raya, BPBD Kubu Raya, dan pemadam kebakaran (damkar) swasta untuk memperkuat patroli di lapangan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Edukasi kepada masyarakat harus diperkuat. Seluruh pasukan diminta melakukan tindakan preemtif dengan memberikan imbauan agar masyarakat tidak membuka lahan melalui pembakaran,” tuturnya.

Dalam upaya pencegahan, Wakapolda juga menginstruksikan kepada tim gabungan untuk segera bertindak jika menemukan asap atau tanda-tanda pembakaran.

“Patroli harus dilakukan dengan cepat dan efektif. Jika ada temuan asap atau kebakaran kecil, pemadaman harus segera dilakukan sebelum api meluas,” katanya.

Seluruh operasi ini akan dikoordinasikan langsung oleh Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, yang bertanggung jawab dalam mengatur sektor Brimob, Samapta, Polres, BPBD, dan damkar swasta.

“Kami sudah memetakan sektor-sektor yang harus dipantau dengan teliti, sehingga langkah penanganan dan pencegahan bisa dilakukan dengan cepat,” kata Roma.

Pemantauan akan didukung oleh aplikasi digital seperti Lancang Kuning, yang memungkinkan verifikasi titik api secara real-time. Aplikasi ini diharapkan membantu tim gabungan untuk merespons kebakaran dengan lebih efektif.

Pada akhir sambutannya, Brigjen Roma menekankan bahwa kolaborasi dengan semua pihak, termasuk pemadam kebakaran swasta, sangat penting untuk mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

“Saya meminta semua pemangku kepentingan terkait bersinergi dan fokus dalam menentukan langkah-langkah bertindak agar kita bisa lebih cepat dan tepat dalam menangani karhutla ini,” katanya.

Langkah pendirian posko dan patroli intensif ini diharapkan mampu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di Kalimantan Barat selama musim kemarau, sekaligus menjadi upaya preventif untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak buruk Karhutla.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan