Warga Disabilitas dan Lansia di Pontianak Terima Bantuan dari Kemensos

Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian saat berbincang dengan warga lansia dan disabilitas penerima bantuan. SUARAKALBAR.CO.ID/Prokopim Pontianak. 

Pontianak (Suara Kalbar)- Sebanyak 409 orang yang terdiri dari 207 klaster disabilitas dan 202 klaster lansia menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) berisi sembako dan perlengkapan mandi dari Sentra Antasena Magelang Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Masing-masing orang mendapatkan satu paket sembako yang disalurkan langsung oleh Pj Wali Kota Pontianak di Aula Kantor Camat Pontianak Timur, Senin (24/6/2024). Bantuan ini tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak.

Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian berpesan kepada penerima manfaat untuk tidak menilai besaran jumlah bantuan yang diberikan. Sebab bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian pemerintah kepada warga lansia dan disabilitas.

“Bantuan bahan pokok dan perlengkapan lainnya yang diberikan ini, saya minta manfaatkan sebaik mungkin, mudah-mudahan perhatian pemerintah dalam membantu warga lansia dan disabilitas ke depan semakin meningkat,” ujarnya.

Karena jumlahnya yang terbatas, diketahui tidak semua lansia dan disabilitas yang ada di Kota Pontianak mendapat bantuan ini. Meski begitu, Ani Sofian berharap jajaran camat dan lurah terus memonitor warga lansia dan disabilitas di wilayahnya yang belum masuk dalam daftar penerima bantuan untuk selanjutnya diusulkan.

Ani Sofian juga berpesan kepada warga lansia dan disabilitas untuk peduli terhadap kesehatan masing-masing. Bila merasa sakit agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas. Terlebih juga terdapat posyandu lansia yang bisa didatangi di wilayahnya masing-masing.

“Kalau memang ada lansia yang mungkin tidak mampu untuk datang ke posyandu, saya minta petugas posyandu yang mendatangi warga lansia yang sakit untuk diperiksa kesehatannya,” ucap Pj Wali Kota.

Lebih lanjut, Pj Wako Pontianak menyebut banyak kebijakan dan program Pemkot Pontianak yang langsung menyentuh masyarakat, seperti bantuan operasional RT dan RW, bantuan guru ngaji tradisional, petugas fardhu kifayah, posyandu dan bansos uang tunai kepada keluarga miskin dan masih banyak lagi bantuan-bantuan lainnya.

Hendra dari Sentra Antasena Magelang menjelaskan, bantuan Atensi ini merupakan salah satu program Kemensos RI, selain PKH atau BPNT. Bantuan Atensi ini berbagai macam bentuknya. Pemberian bantuan saat ini adalah pemenuhan penambah kebutuhan nutrisi harian untuk disabilitas dan lansia.

“Isi paketnya sembako dan perlengkapan mandi. Khusus lansia tambahannya minyak angin, susu khusus untuk tulang. Sedangkan bagi disabilitas lebih kepada penguatan fisik, seperti vitamin,” jelasnya.

Bantuan Atensi ini sudah bergulir sejak tahun 2021. Dengan adanya bantuan Atensi ini diharapkan masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak Trisnawati menuturkan, bantuan yang diberikan kepada penerima manfaat ini berdasarkan data yang diperoleh langsung dari masyarakat, dalam hal ini RT, terkait dengan kondisi masyarakat miskin yang ada di Kota Pontianak.

“Memang disadari bantuan ini belum mencakup keseluruhan jumlah lansia dan disabilitas yang ada di Kota Pontianak karena keterbatasan yang ada,” sebutnya.

Namun demikian, ia berharap pihak kecamatan dan kelurahan untuk proaktif menyampaikan data-data warga yang memang dari keluarga kurang mampu dan masuk dalam kategori lansia dan disabilitas agar bisa diberikan bantuan dari berbagai program yang ada.

Ia menambahkan, untuk sementara ini dari hasil asesmen yang dilakukan petugas pekerja sosial dari Dinsos Kota Pontianak, baru mendapatkan sekitar 5 ribu lansia dan disabilitas. Data ini diperoleh dari RT di lingkungan warga, usulan secara pribadi, atau merupakan hasil penjangkauan pekerja sosial dari Dinsos Kota Pontianak yang turun ke lapangan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS