Pemkab Sintang Kirim 45 Mahasiswa ke Politeknik Pertanian Yogyakarta dan Magelang

Pertemuan teknis penyuluh pertanian di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. ANTARA

Sintang (Suara Kalbar)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang tengah berupaya mengatasi kekurangan tenaga penyuluh pertanian dengan meluncurkan program beasiswa yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Melalui program ini, sebanyak 45 orang dikirim untuk belajar di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta dan Magelang dengan harapan mereka akan kembali mengabdi sebagai tenaga penyuluh di Sintang setelah lulus.

Sekretaris Daerah Sintang, Kartiyus, menyatakan bahwa beberapa lulusan dari program beasiswa sebelumnya sudah bekerja di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, meskipun mereka belum berstatus sebagai pegawai negeri.

“Yang kami sekolahkan saat ini 45 orang melalui program beasiswa, dengan harapan setelah lulus dapat langsung mengabdi sebagai tenaga penyuluh di Sintang,” katanya melansir dari ANTARA, Sabtu(15/6/2024).

Kartiyus mengatakan ada beberapa orang lulusan sekolah pertanian dari program beasiswa sebelumnya sudah lulus dan sudah bekerja di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, akan tetapi belum lulus sebagai pegawai negeri.

Menurutnya, program beasiswa di sekolah pertanian akan terus berkelanjutan untuk memenuhi kekurangan tenaga penyuluh pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Sintang Martin Nandung menyebutkan saat ini jumlah tenaga penyuluh pertanian hanya 95 orang dan harus menjangkau 391 desa tersebar 14 kecamatan baik yang PNS maupun PPPK.

Tenaga penyuluh itu juga dibantu oleh tenaga-tenaga honor yang tamatan dari Politeknik Pembangunan Pertanian tenaga pendamping untuk dipersiapkan menjadi tenaga penyuluh pertanian.

“Di setiap tahunya jumlah tenaga penyuluh kita yang pensiun itu lebih besar dari jumlah yang diterima sebagai PPPK ataupun sebagai PNS, itu menyebabkan semakin tahun semakin menurun,” ucapnya.

Dia berharap jumlah penyuluh pertanian ada peningkatan sehingga yang sekarang satu penyuluh membawahi wilayah kerja penyuluh pertanian (WKPP) atau desa itu empat sampai tujuh desa sementara idealnya satu desa satu penyuluh.

Akan tetapi, tergantung jumlah banyaknya kelompok tani yang dibina. karena ada juga satu desa ada 20-30 kelompok tani dengan demikian tidak mampu jika hanya satu orang penyuluh.

“Kalau bisa satu desa/kelurahan satu penyuluh akan tetapi untuk menjangkau kesana kita masih terlampau jauh, apalagi jumlah PPL kita tidak sampai 100 sementara jumlah desa kita 391 desa, 16 kelurahan ya mudah-mudahan dengan kebijakan pengangkatan tenaga honorer jadi PPK menambah jumlah PPL yang ada,” pinta Martin Nandung.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS