News  

BMKG Sebut Potensi Hujan Masih Tinggi Meski Sudah Musim Kemarau

Kondisi cuaca berawan hitam di atas langit wilayah Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (4/06/2024). (ANTARA)

Suara Kalbar– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan 12 provinsi di Indonesia agar mewaspadai dampak potensi diguyur hujan berintensitas deras pada Minggu (23/6/2024).

Adapun ke-12 provinsi yang mesti mewaspadai dampak hujan deras yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.

Sebagian besar daerah di Provinsi Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai turunnya hujan deras yang disertai petir dan kilat di sejumlah daerah, yakni di Banjarmasin, Samarinda, Mamuju, Manado, dan Kota Gorontalo yang diprakirakan terjadi pada Minggu siang-sore.

Dilansir dari Antara, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan meskipun sebenarnya sudah mulai memasuki musim kemarau, namun potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia yang masih tinggi bisa saja terjadi.

Menurut dia potensi peningkatan hujan dipicu oleh adanya beberapa dinamika atmosfer yang masih aktif berada di wilayah Indonesia, yakni fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby Kelvin, hingga pola sirkulasi siklonik dan potensi pembentukan daerah belokan dan perlambatan angin.

Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan tim meteorologi BMKG dapat menimbulkan potensi hujan berintensitas sedang-lebat yang disertai kilat/petir angin kencang.

BMKG menilai kondisi demikian bisa juga menimbulkan dampak cuaca ekstrem kebencanaan hidro-meteorologi yang meliputi banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan, tanah longsor dan seterusnya, meskipun di saat yang bersamaan Indonesia mulai dilanda musim kemarau kering pada medio bulan Juni – September 2024.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS