Kejati Kalbar Periksa 15 Orang, Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pembangunan Gedung SMA Mujahidin

Ketua Yayasan Mujahidin Kamaruzaman saat hadir di Kantor Kajati Kalbar, Senin (13/5/2024). SUARAKALBAR.CO.ID/Cece

Pontianak (Suara Kalbar) – Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Kalimantan Barat terus melakukan penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dana hibah Pemerintah Provinsi Kalbar yang digelontorkan kepada Yayasan Mujahidin Pontianak untuk pembangunan gedung SMA.

Sebanyak 15 orang dilakukan pemeriksaan. Salah satunya Kamaruzaman, selaku Ketua Yayasan Mujahidin hadir di Kantor Kejati Kalbar, guna memenuhi panggilan ditemani sejumlah orang berpakaian Dinas.

Terpantau, Kamaruzaman datang mengenakan pakaian dinas, langsung masuk menuju tangga lif Kejati Kalbar.

“Sebagai kapasitas saya sebagai ketua yayasan Mujahidin, ini berkenaan dengan dana hibah yang di berikan Pemprov Kalbar Kepada pihak yayasan,”kata Kamaruzaman, Senin (13/5/2024) malam.

Sebelumnya dana hibah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Yayasan Mujahidin Kalbar.

Untuk pembangunan gedung sekolah tersebut Pemprov menggelontorkan dana hibah sekitar Rp.22,042 miliar selama tiga tahun, yang dirincikan, pemberian hibah pembangunan sekolah tersebut, masing-masing sebesar Rp.10 miliar di tahun 2020, Rp.9 miliar di tahun 2021, dan Rp.3,042 miliar di tahun 2022.

Pembangunan gedung SMA Mujahidin adalah realisasi dari perjanjian kerjasama antara Pemprov Kalbar dengan Yayasan Mujahidin. Sehingga pihak yayasan bersedia menyiapkan lahan, sementara pemprov membantu biaya pembangunan.

Kasipenkum Kejati Kalbar, I Wayan Gedin Arianta, membenarkan jika Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat akan mulai melakukan pemeriksaan 15 orang dalam korupsi dana hibah yayasan Mujahidin Pontianak.

“Memang benar adanya pemeriksaan terkait dana hibah Mujahidin, ada 15 yang akan di ambil keterangannya,” ungkap Iwan di Pontianak, Senin(13/05/2024).

Namun pada hari Senin pihak Kejati Kalbar telah memanggil 4 orang untuk dimintai keterangan, akan tetapi 3 orangnya berhalangan hadir.

” Hanya 1 orang yang datang pada hari ini, 3 orang lagi akan dijadwalkan minggu depan,” ujarnya.

Kasi Penkum Kejati Kalbar ini tidak memberikan informasi secara lengkap, terhadap kebenarannya Kamaruzaman diperiksa karena di khawatirkan akan mengganggu jalannya penyidikan.

“Bukan kewenangan saya,Masih saksi semuanya, belum ada peningkatan status. tapi penyidik, nanti kalau sudah dapat info dari atas, saya informasikan,” ujar Wayan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS