Sport  

Keputusan Atletik Memberi Hadiah Uang Bagi Peraih Medali Emas Dinilai Tidak Adil

Olimpiade Paris 2024.SUARAKALBAR.CO.ID/ist

Suara Kalbar– Badan Atletik Dunia (WA) memutuskan pemberian hadiah uang kepada peraih medali emas di Olimpiade. Keputusan itu dinilai tidak adil bagi cabang olahraga lain yang tidak mampu melakukannya.

Dilansir dari Beritasatu.com, diketahui Presiden WA Sebastian Coe mengumumkan bahwa peraih medali emas di Paris tahun ini masing-masing akan mendapat US$ 50.000 atau sekitar Rp 805 juta.

Pengumuman tersebut mendapat sambutan positif dari para atlet terkemuka dunia, dengan hadiah US$ 2,4 juta yang akan dibagi di antara 48 peraih medali emas cabang atletik di Paris.

Dana sebanyak US$ 540 juta dialokasikan untuk 28 cabang olahraga di Olimpiade Tokyo dengan Atletik Dunia menerima paling banyak sebesar US$ 40 juta.

Redgrave, yang memenangkan lima medali emas Olimpiade berturut-turut antara tahun 1984 dan 2000, mengatakan rencana hadiah uang akan mengubah Olimpiade menjadi sistem dua tingkat.

Meski disambut baik para atlet, namun ada juga yg mengkritik keputusan itu, salah satunya juara dayung Olimpiade lima kali asal Inggris Steve Redgrave. Karena Atletik menjadi olahraga pertama yang menawarkan hadiah uang kepada peraih emas Olimpiade.

“Agak sulit bagi olahraga yang tidak mampu melakukan hal ini. Olahraga dayung berada dalam situasi seperti itu. Kami kesulitan untuk mendapatkan sponsor dan pendanaan ke dalamnya. Hal ini membedakan olahraga elite dengan olahraga lainnya seperti dayung, kano, dan sebagian besar olahraga tarung,” jelasnya.

Dia menjelaskan, cabang-cabang olahraga tersebut tidak mempunyai dana yang sama dengan yang dimiliki World Athletics. Baginya lebih baik dana yang mereka keluarkan untuk membantu lebih banyak kelompok akar rumput dari olahraga mereka sendiri, atau membantu olahraga Olimpiade lainnya agar dapat menjadi lebih baik. pada tingkat yang sama pada jejak yang sama.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS