SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak OJK Luncurkan Program Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah, Sasar Santri di Kalbar

OJK Luncurkan Program Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah, Sasar Santri di Kalbar

Kepala OJK Kalbar Maulana Yasin ANTARA

Pontianak (Suara Kalbar)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan Program Gebyar Ramadhan Keuangan (Gerak) Syariah secara nasional, dengan salah satu kegiatannya dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), yang diawali dengan kampanye “Yok Nabung di Bank Syariah” di Pondok Pesantren Darul Fikri, Kubu Raya.

Kepala OJK Kalbar, Maulana Yasin, menyatakan bahwa melalui Gerak Syariah, pihaknya bertujuan untuk meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan berbasis syariah di masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pengenalan OJK, kampanye Ayo Menabung, sosialisasi program Simpanan Pelajar berbasis syariah (SimPel iB), dan pembukaan rekening SimPel iB.

“Untuk mengawali Gerak Syariah di Kalbar kami melakukan kampanye ‘Yok Nabung di Bank Syariah’ di Pondok Pesantren Darul Fikri, Kubu Raya,” ujarnya melansir dari ANTARA, Jumat(15/3/2024).

Ia menjelaskan melalui kegiatan Gera Syariah pihaknya menghadirkan kegiatan pengenalan OJK dan kampanye Ayo Menabung, sosialisasi program Simpanan Pelajar berbasis syariah (SimPel iB) dan pembukaan rekening SimPel iB.

“Kegiatan juga melibatkan partisipasi Bank Kalbar sebagai salah satu narasumber dan juga memberikan bantuan kepada tiga orang santriwan dan santriwati berprestasi masing-masing sebesar Rp1 Juta, serta penyerahan bantuan CSR untuk renovasi asrama puteri sebesar Rp30 juta,” kata dia.

Ia mengatakan bahwa indeks literasi keuangan dan indeks inklusi keuangan berbasis syariah di Indonesia masih dinilai rendah .

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan (SNLIK) oleh OJK pada 2022, tercatat indeks literasi keuangan syariah dan iInklusi keuangan syariah baru sebesar 9,14 persen dan 12,12 persen.

“Angka itu masih sangat rendah dibandingkan indeks literasi keuangan dan inklusi keuangan secara komposit yang tercatat sebesar 49,68 persen dan 85,10 persen,” jelas dia.

Pihaknya memastikan akan memperhatikan untuk penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah tersebut.

Bentuk nyatanya menjadikan Pesantren Darul Fikri untuk implementasi program Ekosistem Pesantren Inklusif (EPIKS) pada 2024. Program tersebut akan diisi dengan beragam kegiatan edukasi, pelatihan, pertemuan bisnis dan lainnya.

“Besar harapan kami program EPIKS yang akan dilaksanakan dapat menjadi sebuah model untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang sektor jasa keuangan syariah dan memperluas penetrasi beragam program inklusi keuangan berbasis syariah di Kalbar. Peran dan partisipasi dari pondok pesantren, lembaga jasa keuangan syariah dan para pihak terkait lainnya untuk bersama-sama mewujudkan hal tersebut sangatlah kami apresiasi dan akan kami optimalkan,” kata dia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play