Produksi Padi Petani Tradisional di Kapuas Hulu Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Petani tradisional di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat sedang memanen padi dari lahan ladang, saat ini para petani tradisional di daerah tersebut sedang memasuki masa panen padi. ANTARA

Kapuas Hulu (Suara Kalbar)- Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Hiasintus Gunung Agung, menyatakan bahwa hasil produksi padi dari petani tradisional di Kapuas Hulu memperkuat ketahanan pangan di desa, terutama di tengah kenaikan harga beras secara nasional.

“Masyarakat di desa justru memiliki ketahanan pangan yang bersumber dari hasil pertanian tradisional, apalagi saat ini para petani tradisional sedang panen padi,” katanya melansir dari ANTARA, Sabtu(24/2/2024).

Gunung mengatakan sampai saat ini lahan pertanian tradisional (Ladang) masih mendominasi jika dibandingkan lahan sawah yang ada di Kapuas Hulu.

Pada Tahun 2023 luas lahan sawah hanya 7.649 hektare, sedangkan lahan ladang seluas 11.014 hektare.

Ia menyebutkan produksi padi dari petani ladang pada Januari 2024 sebanyak 3.981,28 ton dan padi hasil sawah sebanyak 3.548,45 ton.

“Jumlah produksi padi itu akan terus bertambah karena sampai saat ini masih dalam masa panen padi baik sawah maupun ladang,” kata Gunung.

Gunung menjelaskan berladang oleh sebagian besar masyarakat di Kapuas Hulu merupakan tradisi yang dilakukan secara turun temurun untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat selama setahun, sebab pola pertanian tradisional dilakukan setiap tahun.

“Biasanya hasil dari ladang itu tidak di jual disimpan untuk kebutuhan pribadi masyarakat terutama yang berada di pedesaan,” katanya.

Sehingga, di tengah kenaikan harga beras secara nasional, justru tidak terlalu berpengaruh terhadap kebutuhan pangan masyarakat di desa.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS