PUPR Bangun Jalan Layang Rp114,4 Miliar di Kalis-Putussibau untuk Atasi Banjir

Jembatan layang di ruas jalan nasional antara Kecamatan Kalis-Putussibau, wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat saat ini sedang dalam proses pembangunan sebagai upaya pemerintah mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di daerah tersebut, Sabtu (24/02/2024). ANTARA

Kapuas Hulu (Suara Kalbar)- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melaksanakan proyek pembangunan jalan layang dengan anggaran sekitar Rp114,4 miliar di ruas jalan nasional antara Kalis-Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi masalah genangan banjir yang rutin terjadi di daerah tersebut.

Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) 3.2 Provinsi Kalimantan Barat-Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Kalimantan Barat, Daniel Dixon Octora, menjelaskan bahwa pembangunan jalan layang ini, yang dikenal sebagai “pile slab,” merupakan tahap kedua dari proyek tersebut. Tahap pertama telah selesai dan sudah dapat digunakan oleh masyarakat.

“‘Pile slab’ itu untuk jalan layang guna mengatasi masalah banjir yang setiap tahun terjadi dan menghambat akses transportasi di jalan nasional terutama untuk angkutan umum dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat,” katanya melansir dari ANTARA, Senin(26/2/2024).

Daniel mengatakan pembangunan “pile slab” itu merupakan pembangunan “pile slab” tahap dua, dimana sebelumnya “pile slab” juga dibangun dan sudah bisa digunakan masyarakat yang melintas di jalan nasional antara Kalis-Putussibau.

Untuk “pile slab” tahap dua yang mulai dibangun pada 17 Juli 2023 saat ini sedang tahap pembangunan pondasi tiang dan alas dengan progres sekitar 47,812 persen dari target pembangunan sesuai Dipa sepanjang 1 (satu) kilometer.

Ia menjelaskan target penyelesaian pile slab tersebut pada Juni 2024, namun karena adanya penurunan produktivitas kerja akibat proses pembebasan lahan yang dalam proses penilaian saat ini, maka sedang diusulkan perpanjangan sampai dengan Desember 2024.

“Usulan perpanjangan masa kerja saat ini sedang dalam pembahasan,” ucapnya.

Daniel berharap semua pihak hingga lapisan masyarakat dapat mendukung kelancaran pembangunan “pile slab” tersebut.

Ia mengatakan pembangunan “pile slab” itu mengatasi masalah banjir yang terjadi setiap tahun yang menghambat arus lalu lintas sehingga berdampak pada ekonomi yaitu terhambatnya laju arus barang dan jasa ke Putussibau.

“Kita lihat bersama ‘pile slab’ tahap pertama dulu sudah bisa digunakan dan sangat membantu kelancaran akses transportasi, harapan kita ‘pile slab’ tahap dua itu bisa terbangun dengan baik dan lancar,” katanya.

Diketahui, lokasi pembangunan “pile slab” di ruas jalan nasional antara Kecamatan Kalis dan Putussibau itu merupakan lahan gambut dan dataran rendah yang kerap kali digenangi banjir.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS