Pemilu 2024, Kundori: Caleg Harus Menemui Masyarakat Secara Langsung
Sekadau (Suara Kalbar) – Praktisi Komunikasi dan Politik Kalbar, Kundori, S.Sos.I, M.Sos, harap semua calon legislatif (caleg) bisa menemui masyarakat secara langsung. Mengenalkan diri dan menyampaikan visi misi masing-masing pada Pemilu 2024.
Kundori mengatakan saat ini pemilu 2024 sudah masuk tahapan kampanye. Saat ini calon legislatif sudah diperkenankan oleh penyelenggara pemilu untuk kampanye. Pada tahapan kampanye itu tentunya para peserta pemilu harus mencari simpati masyarakat dengan cara mengenalkan diri, menyampaikan visi misi dan program-program yang akan dibawa sebagai wakil rakyat jika terpilih nantinya.
“Jadi harus menunjukkan kepada masyarakat apa programnya sehingga masyarakat paham, seandainya nanti menjadi anggota DPRD baik di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat. Kampanye harus ikuti aturan dari penyelenggara pemilu, kalau memang ada sosialisasi ke masyarakat, langsung terjun ke masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing. Contoh di Sekadau memang pemilihnya terdiri dari berbagai kategori, ” kata Kundori alumni Magister Ilmu Politik Fisip Untan Pontianak ini.
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil penelitiannya pada pilkada 2020, di dapil 1 Sekadau masih ditemukan pemilih tradisional. Selain itu ada pula pemilih yang berdasarkan pada hubungan erat baik itu keluarga atau kerabat.
Maka dari itu, Kundori menilai penting agar para peserta pemilu dapat mengenalkan dirinya secara langsung kepada masyarakat. Selain itu sebagai caleg dan partai politik juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Sekadau sudah bagus, tapi untuk memilih wakil rakyat, pemimpin juga perlu masyarakat menilai. Figur-figur yang maju ini saya pikir bagus, karena berani maju, mencalonkan diri, berarti yakin membawa aspirasi masyarakat. Bila perlu adakan debat caleg, tampil biar masyarakat tahu. Karena kita menghindari peribahasa seperti membeli kucing dalam karung, ” ujarnya lebih lanjut.
Selain peserta pemilu, Kundori menilai penyelenggara pemilu juga harus gencar melakukan sosialisasi. Tidak hanya di media sosial, karena pengguna media sosial hanya di perkotaan. Tetapi juga harus melakukan sosialisasi yang melibatkan stakeholder di lapangan di daerah-daerah pedalaman.
“Intinya sebagai caleg harus melakukan sosialisasi sebagaimana diatur penyelenggara. Karena kalau masyarakat memilih tanpa tahu figur itu bisa terjebak, ” tandas Kundori.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





