Manfaat dan Bahaya Konsumsi Beras Merah yang Dicampur Beras Putih

Ilustrasi Beras Merah Pulen (Dok. Dailymeal Rice)

Suara Kalbar– Konsumsi beras merah di Indonesia meningkat karena kesadaran masyarakat akan kesehatan. Namun, sebagian orang mencampur beras merah dengan beras putih karena keluhan terkait rasa dan tekstur.

Prof. Dr.Ir Ali Zu Mashar, seorang peneliti dan petani, mengingatkan bahwa mencampur beras merah dengan beras putih dapat menghilangkan khasiatnya.

Beras putih memiliki tingkat karbohidrat dan gula yang tinggi, sementara beras merah cenderung memiliki kandungan gula yang rendah. Mencampur keduanya dapat menyebabkan hilangnya manfaat kesehatan yang dimiliki beras merah. Prof. Ali merekomendasikan untuk mengonsumsi beras merah murni agar manfaat kesehatannya dapat optimal.

“Nasi putih karbohidrat tinggi, terus gulanya lumayan tinggi. Beras putih serat, tapi kalau diabetes kurang membantu. Mending beras merah murni langsung dikonsumsi,” katanya melansir dari Suara.com–Jaringan Suarakalbar.co.id, Minggu(19/11/2023).

Prof Ali yang telah meneliti berbagai varietas beras merah selama belasan tahun ini pun mengungkap jika beras merah juga mengandung protein dan serat yang tinggi. Termasuk varietas beras merah yang ia temukan di labnya yang dinamakan Trisakti Golden yang kini dikembangkan untuk produk beras merah Dailymeal Rice.

Beras merah inovasi Prof Ali juga tidak seperti beras merah kebanyakan karena karena rasanya nikmat dan pulen yang membuatnya menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan manfaat kesehatan nasi merah dengan pengalaman makan yang hampir setara dengan nasi putih.

“Saya mencari berbagai sumber dari genetik tanaman padi, akhirnya ketemu munculah satu dari jutaan benih yang memiliki karakter istimewa. Bahkan beras merah ini kalau ditanam secara organik menjadi lebih baik dan produktif,” pungkasnya.

Menurutnya, beras merah dari padi Trisakti Golden juga dapat menyelamatkan generasi dari stunting, sebab bisa dimakan sejak bayi hingga lansia. Dengan protein yang empat kali lebih tinggi dari beras merah lain, kecukupan kebutuhan protein dapat terpenuhi.

“Hanya tinggal tambahkan lauk untuk protein dan sayur, tidak terlalu sulit untuk mengejar kecukupannya karena di dalam berasnya sendiri protein dan seratnya sudah tinggi,” tutur Prof Ali.

Saat ini Dailymeal Rice sendiri memiliki varian tidak hanya nasi merah, ada juga nasi singkong, nasi jagung, dan akan lebih bervariasi lagi kedepannya. Prof Ali menyatakan, ketahanan pangan suatu negara menjadi krusial dalam menjaga stabilitas dan kemandirian.

Dengan sumber daya pangan yang melimpah, Indonesia seharusnya dapat membangun fondasi sebagai negara adidaya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS