Film Spider-Man: Brand New Day Bocor di X, Ditonton 5,9 Juta Kali Sebelum Dihapus
Suara Kalbar – Rekaman bajakan berkualitas tinggi dari film Spider-Man: Brand New Day yang baru saja tayang di bioskop dilaporkan bocor dan beredar luas di platform X. Video tersebut bahkan telah ditonton jutaan kali sebelum akhirnya dihapus karena diduga melanggar hak cipta.
Kebocoran ini kembali memicu kekhawatiran industri perfilman terhadap maraknya penyebaran konten bajakan di media sosial, terutama pada masa-masa awal penayangan film di bioskop.
Dikutip dari Variety, Minggu (2/8/2026), video rekaman film tersebut pertama kali diunggah oleh akun X bernama Fredrick Bryan pada pukul 06.05 waktu Pasifik (PT).
Sebelum dihapus, unggahan tersebut telah menjangkau sekitar 5,9 juta akun, memperoleh lebih dari 143.000 tanda suka (likes), serta dibagikan ulang atau repost lebih dari 10.000 kali.
Video itu baru diturunkan dari platform sekitar pukul 15.25 waktu PT. Selama masih tersedia, rekaman tersebut terus menyebar dan menarik perhatian jutaan pengguna X.
Meski unggahan pertama telah dihapus, salinan video dengan cepat bermunculan melalui sejumlah akun lain. Namun, sebagian besar unggahan serupa juga tidak bertahan lama karena kembali dihapus dari platform.
Kasus kebocoran Spider-Man: Brand New Day bukan menjadi yang pertama menimpa film-film Hollywood beranggaran besar. Dalam beberapa waktu terakhir, pembajakan film melalui media sosial kembali menjadi sorotan karena penyebarannya berlangsung sangat cepat.
Pada pekan sebelumnya, film terbaru garapan sutradara Christopher Nolan, The Odyssey, juga mengalami kebocoran dalam bentuk rekaman bajakan berkualitas tinggi yang beredar di platform X.
Menurut laporan Variety, rekaman The Odyssey berhasil meraih sekitar 2,1 juta penayangan hanya dalam waktu sekitar dua setengah jam sebelum akhirnya dihapus melalui mekanisme pelanggaran hak cipta.
Selain menghapus video tersebut, platform X juga dilaporkan menangguhkan akun yang pertama kali mengunggah rekaman film The Odyssey.
Maraknya kebocoran film di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi industri perfilman global. Selain berpotensi merugikan rumah produksi dari sisi pendapatan, penyebaran rekaman ilegal juga dinilai dapat mengurangi pengalaman menonton penonton yang ingin menikmati film secara resmi di bioskop.
Sumber: Beritasatu.com





