SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Efektivitas Pendekatan Self Concept dengan Metode Bimbingan Kelompok dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa di Sekolah

Efektivitas Pendekatan Self Concept dengan Metode Bimbingan Kelompok dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa di Sekolah

Yusida Imran dari Fakultas Agama Islam dan Nur Kur’ani dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak berinteraksi dengan siswa saat mengadakan penelitian di SMA Negeri 1 Kota Pontianak. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Istimewa

Yusida Imran dari Fakultas Agama Islam dan Nur Kur’ani dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak mengadakan penelitian di SMA Negeri 1 Kota Pontianak.

Lokasi ini terpilih dikarenakan sekolah yang bersangkutan merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Pontianak yang memiliki jumlah siswa relatif banyak.

Sekolah tersebut terkenal dengan prestasi yang baik, namun sebagian siswa masih memiliki kesulitan dalam belajar, sehingga diperlukan bantuan untuk menangani problematika mereka dengan cara bimbingan kelompok.

Tujuan utama kegiatan penelitian ini untuk memberikan solusi yang dihadapi mitra sekolah sebagai upaya pengentasan permasalahan siswa dan memberikan keterampilan kepada siswa tentang pelaksanaan bimbingan kelompok untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa tentang kesulitan belajar yang mereka alami.

Adapun yang dimaksud dengan kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana siswa tidak dapat belajar secara wajar disebabkan adanya ancaman, hambatan ataupun gangguan dalam belajar (Djamarah, 2015).

Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa berkaiatan erat dengan self concept sebagai salah satu faktor penyebab dari dalam diri mereka seperti rendahnya intelegensi kognitif siswa, afektif (labilnya emosi siswa), psikomotorik (terganggunya mata dan telinga siswa) (Syah, 2012).

Sedangkan yang dimaksud dengan self concept menurut Desmita (2012) ialah gangguan tentang diri yang mencangkup keyakinan, pandangan dan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri.

Lebih lanjut konsep diri ialah skema diri yaitu pengetahuan tentang diri yang mempengaruhi cara seseorang mengolah informasi dan mengambil tindakan (Sarwono, 2018).

Dalam penanganan kasus kesulitan belajar dibutuhkan satu metode untuk membantu siswa mengentaskan permasalahannya dengan metode bimbingan kelompok.

Layanan bimbingan kelompok menurut Yusida (2020) ialah layanan yang memungkinkan peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dari narasumber tertentu (konselor) untuk membahas secara bersama-sama pokok bahasan atau topik tertentu yang berguna untuk menunjang pemahaman dan kehidupannya sehari-hari untuk mengembangkan kemampuan sosial baik secara individu, sebagai pelajar dalam mengambil keputusan dan Tindakan tertentu.

Pelaksanaan kegiatan terdiri beberapa Langkah yaitu

  1. Tahap Awal

Dikumpulkan sejumlah siswa yang akan menjadi anggota kelompok di dalam bimbingan kelompok yang jumlahnya sekitar 15 orang.

Adapun anggota tersebut didapat dari identifikasi permasalahan yang diperoleh dari data awal peneliti yang berupa penunjukkan langsung atas permasalahan kesulitan belajar siswa.

  1. Tahap Pembentukan

Yaitu pelibatan anggota dalam kehidupan suatu kelompok misalnya saling memperkenalkan diri termasuk pemimpin kelompok.

  1. Tahap Peralihan

Tahap peralihan disebut juga tahap transisi dimana ditandai adanya ketegangan, konflik dan atau konfrontasi antara anggota kelompok beserta konselor.

Dalam keadaan ini anggota kelompok banyak yang merasa tertekan ataupun resah yang menyebabkan tingkah laku mereka tidak seperti biasa. Keengganan atau bahkan penolakan dapat muncul dalam suasana seperti ini (Ristianti dalam Nur, 2023).

Untuk itu dibutuhkan kemampuan dan keterampilan konselor dalam beberapa hal yaitu kepekaan waktu, kemampuan melihat perilaku anggota dan mengenal suasana emosi di dalam kelompok.

Konselor harus peka kapan melaksanakan konfrontasi terhadap anggota dan kapan harus memberikan dukungan (Ristianti dalam Nur, 2023).

Sebelum masuk ke pelaksanaan kegiatan konselor harus membuat suasana dalam kelompok menjadi kondusif salah satu caranya dengan mengajak anggota kelompok melakukan game sederhana.

Selanjutnya anggota kelompok telah merasa siap untuk melanjutkan kegiatan dengan pembahasan isi bimbingan kelompok secara keseluruhan.

  1. Tahap Pelaksanaan Kegiatan

Tahap ini merupakan tahap inti dari kegiatan bimbingan kelompok yang merupakan fase tengah suatu kelompok yang mampu bekerjasama mencapai tujuan para anggotanya. Untuk itu harus dilakukan pemilihan topik kesulitan belajar yang siswa alami.

Dimana semua anggota kelompok menyebutkan permasalahan kesulitan belajar yang mereka alami masing-masing dengan waktu lebih kurang 5 menit untuk menceritakan permasalahan yang mereka hadapi. Mulai dari yang memiliki kemauan besar untuk menyampaikan masalah sampai pada yang ragu-ragu hingga semua peserta memiliki kesempatan yang sama.

Selanjutnya diminta pada para anggota untuk mengungkapkan masing-masing tentang apa itu kesulitan belajar, selanjutnya secara bergantian mereka mengungkapkan pengetahuan mereka sehingga kemampuan komunikasi siswa dan dinamika kelompok menjadi berkembang.

Kemudian dilanjutkan dengan mengarahkan siswa tentang mengapa kesulitan belajar tersebut bisa terjadi dan diakhiri dengan bagaimana permasalahan tersebut bisa diatasi.

Selanjutnya, suasana bimbingan kelompok harus kondusif dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Langkah berikutnya dengan persiapan memasuki tahap pengakhiran dapat diberikan game sederhana.

  1. Tahap Pengakhiran

Setelah semua siap memasuki tahap pengakhiran maka yang harus dilakukan adalah:

  1. Menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan kelompok akan diakhiri.
  2. Anggota kelompok mengemukakan kesan dan menilai kemajuan yang dicapai masing-masing.
  3. Pembahasan kegiatan lanjutan
  4. Pesan serta tanggapan anggota kelompok

Tahap ini bertujuan untuk menarik ide-ide bersama yang signifikan dengan permasalahan yang telah dibahas, melihat perubahan pemahaman, perasaan dan keinginan dan keputusan anggota kelompok selama proses bimbingan kelompok (Ristianti dalam Nur, 2023).

Setelah mitra mengikuti kegiatan bimbingan kelompok mereka akan mendapat pengetahuan tentang self concept dan pengentasan kesulitan belajar.

Dampak yang akan dirasakan pada kegiatan ini adalah mitra dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik-teknik bimbingan kelompok dalam mengatasi permasalahan yang dialami oleh siswa, serta adanya solusi yang ditawarkan kepada siswa agar dapat menjalani kehidupan sehari-hari yang efektif dan proses belajar mengajar yang lebih efisien.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play