Bekali Ribuan Kaum Ibu di Mempawah, Wagub Kalbar Ria Norsan Ungkap Ciri-ciri Anak yang Alami Stunting
Mempawah (Suara Kalbar) – Stunting hingga saat ini masih menjadi momok dan persoalan serius yang harus ditanggulangi, bahkan penanganannya pun tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi butuh kolaborasi lintas sektoral.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan pun berharap persoalan anak kurang gizi kronis dapat diatasi tentunya dengan pemberian asupan nutrisi yang cukup bagi ibu hamil dan menyusui, serta anak yang baru dilahirkan hingga usia 2 tahun.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan silaturahmi Bupati Mempawah dengan TP PKK dan Guru PAUD se-Kabupaten Mempawah di Rumah Dinas Bupati Mempawah, Sabtu (5/8/2023).
“Saya minta ibu-ibu dapat lebih peka terhadap kondisi kesehatan dan asupan gizi sebelum hamil, saat hamil maupun saat melahirkan dan menyusui agar tidak terjadi stunting pada anak,” ujarnya.
Ria Norsan mengungkapkan ciri-ciri fisik anak yang mengalami stunting dapat dilihat saat baru dilahirkan, jika beratnya tidak mencapai 2,5 kilogram dan panjang tubuh tidak sampai 48 sentimeter.
“Apakah bayi yang lahir stunting bisa dirubah? Jawabannya bisa. Salahsatunya caranya memberikan asupan gizi berupa ASI. Sebab ASI mengandung zat yang lengkap dan membantu kekebalan tubuh anak,” katanya.
Nah selain memberikan asupan gizi berupa ASI pada bayi, Ria Norsan juga meminta ibu menyusui mengkonsumsi makanan yang bergizi cukup dan seimbang, tidak perlu mahal bisa ikan dan sayur-sayuran.
Untuk mencegah stunting kedepannya, Ria Norsan yang merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kalbar meminta kepada seluruh stakeholder saling berkolaborasi dan serius dalam penanganannya.
“Karena upaya penanggulangan stunting membutuhkan kerja bersama dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mulai dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan,” ujarnya.
Lebih lanjut ia turut memuji kerja keras dan komitmen Pemkab Mempawah bersama berbagai pemangku kepentingan daerah yang berhasil menurunkan angka prevalensi stunting.
“Pada tahun 2021, angka prevalensi stunting di Kabupaten Mempawah mencapai 29,7 persen, dan pada 2022 mampu turun menjadi 25,1 persen. Artinya turun 4 persen lebih, dan ini cukup berhasil,” katanya.
Sebagai langkah berikutnya, ia berharap angka prevalensi stunting di Kabupaten Mempawah dapat terus diturunkan sesuai target yang ingin dicapai pada 2024 mendatang.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






