News  

Warga Tanjung Belimbing KKU, Protes Proyek Barau di Jalan Provinsi Dinilai Buruk

Aktivitas pekerja proyek barau di Tanjung Belimbing Kecamatan Sukadana.[Suarakalbar.co.id/Wiwiwin]

Kayong Utara (Suara Kalbar)- Warga Dusun Tanjung Belimbing, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, memprotes serta mengeluhkan pembangunan barau jalan provinsi yang diduga tak kokoh, menurutnya kualitas barau yang buruk dengan mudah terlepas dengan dibuktikan mudah dikutis – kutis menggunakan tangan kosong.

Akibat aksinya itu, beberapa pekerja tampak memperbaiki beberapa bagian barau yang dibangun di sepanjang jalan berstatus jalan Provinsi tersebut.

“Kebetulan bangunan inikan di depan rumah saya, dan saya buktikan dengan di kutis-kutis (cubit-cubit) gitu saja (sudah rusak). Alasan mereka (pekerja) pasirnya bermasalah dan lain-lain. Saya tanya sudah berapa hari, mereka jawab sudah empat hari, begitu aku kutis kemaren, masih bisa tekutis (matrial semem lepas), sekarang ada perbaikan lah istilahnya,” terang Poltak, Selasa (6/6/2023).

Saat ini para pekerja barau jalan Provinsi sedang melakukan perbaikan, yaitu dengan cara melepas material semen yang lama dari batu di bagian permukaan, yang mungkin akan dilakukan penyemenan ulang dibagian permukaannya, tapi tetap dengan kondisi batu yang telah disusun menjadi barau.

“Nah kalau perbaikannya seperti ini, saya, kurang setuju. Masalahnya kenapa, okelah ini bisa di plaster ulang luarnya, tapi sebelah dalam kan tetap bonyok ( hancur ) tetap kerompong di dalamnya,” tegas Poltak.

Poltak pun menjelaskan kondisi di wilayahnya yang beberapa kali dihantam banjir besar, dengan kualitas barau dengan kualitas tersebut akan mudah dihantam arus air jika terjadi banjir besar seperti beberapa tahun terakhir. Belum lagi diakui Poltak, jalan provinsi tersebut sering dilalui angkutan – angkutan besar, dengan beban belasan ton.

“Mereka itu gak tau gimana historinya di tanjung belimbing ini. kalau air disini melimpah, gak sampai setengah jam sudah habis bangunan ini, bisa tumbang, roboh. Apalagi ini jalan provinsi, banyak unit-unit yang macam Loboi ( mobil pengangkut exavator ), pasti begegar, jangankan Loboi, tangan saya aja bisa tekutis gimane,” kesalnya lagi.

Namun ia mengaku tidak berniat menghalangi pembangunan yang sedang berjalan saat ini, terlebih pembangunan yang dilakukan pemerintah Provinsi menjawab mimpi seluruh masyarakat Kayong Utara yang mendambangkan insfrastruktur yang layak serta dirinya juga berharap kepada pelaksana maupun pengawas dapat bekerja secara profesional, tak hanya memikirkan keuntungan semata, sehingga mengorbankan kualitas.

“Sebetulnya kami sangat bersukur dengan adanya pembangunan jalan ini. Kami pun sudah begitu lama sengsara dengan kondisi jalan kemaren, begitu ada dapat suplai pembangunan, paling tidak bagus sedikit dari ini lah, karena biar bisa dinikmati ( masyarakat ) lebih lama, jangan menjadi ajang proyek yang mencari keuntungan besar,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS