SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar 85 Persen Rabies di Kalbar Akibat Gigitan Anjing

85 Persen Rabies di Kalbar Akibat Gigitan Anjing

Kadis Kesehatan Kalbar Erna Yulianti. SUARAKALBAR.CO.ID/Septa

Pontianak (Suara Kalbar) Kasus rabies di Kalimantan Barat masih ditemukan bahkan sepanjang 2023 ada 10 orang meninggal akibat rabies, 7 orang di Kabupaten Sintang sedangkan 3 lainya terjadi di Kabupaten Landak.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Erna Yulianti mengatakan rata – rata kasus rabies terjadi dari anjing yang tidak diberi vaksin rabies sehingga tertular dan membahayakan orang sekitar lingkungan anjing tersebut bahkan pemiliknya sendiri.

“Hasil penyelidikan epidomologi menunjukan bahwa kasus kematian akibat rabies disebabkan oleh hewan penular rabies yang tidak dilaporkan ke Fasilitas Layanan Kesehatan terdekat,” kata Erna.

Erna menuturkan berdasarkan penelusuran penyakit rabies pada hewan di Kalimantan Barat ditemukan 9 sampel, hewan terkonfirmasi rabies ditemukan di Lima Kabupaten Kota yakni Landak,Sintang,Melawi, Sekadau dan Kota Singkawang.

“Kasus hewan penular rabies di Kalbar terhitung sekitar 1.674 korban kasus gigitan 32 persen menyerang anak – anak 14 persen remaja 47 persen menyerang orang dewasa dan 7 persen menyerang usia lanjut,” tuturnya.

Hewan penular rabies 85 persen adalah anjing 13 persen kucing dan 2 persen kera atau monyet. Rabies tidak hanya ditularkan dari gigitan dan cakaran hewan yang terinfeksi rabies.

Dinas Kesehatan pemilik dapat meningkatkan kesejahteraan hewan seperti rutin dilakukan vaksinasi dari usai 3 bulan dan dilanjutkan kembali pada tahun berikutnya guna mencegah tertularnya penyakit rabies.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan