Seorang Bocah SD di Ngabang Ditemukan Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai

Lokasi saat ditemukan korban tenggelam di Sungai Landak di Ngabang, Selasa (30/5/2023). SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Landak (Suara Kalbar) – Satu orang bocah Revan Dwi Septiandi (8) siswa SDN 03 Ngabang ditemukan meninggal dunia di Sungai Landak di Kecamatan Ngabang, Selasa (30/05/2023) sekitar Pukul 15.30 Wib.

Usai berhasil di evakuasi, jasad bocah malang tersebut pun langsung dibawa warga ke rumah duka di kawasan gang Arjuna Desa Raja Kecamatan Ngabang

Menurut keterangan salah satu saksi mata, Adit bahwa korban beserta saksi serta dua orang lainnya sedang mandi di Sungai Landak.

“Kami ada bertiga mandi ke sungai, saat korban terjun ke dalam air tepat disamping saya, saya melihat korban tidak muncul – muncul lagi kepermukaan,”ungkap Adit.

“Lalu saya beserta kawan satunya naik dari Sungai dengan membawa baju korban serta memberitahu hal ini kepada keluarga korban,”ungkapnya lagi

Adit menceritakan, ia pergi ke rumah bibi korban Sarinag di dusun Hilir Kantor keluarga korban Maman langsung melaporkan kepada Kepala Dusun Hilir Kantor dan warga lainnya.

“Selanjutnya saya beserta warga lainnya berusaha mencari korban disekitar tepian Sungai Landak Dusun Hilir Kantor serta lakukan penyelaman disekitar Tepian Sungai Landak,” ucap Maman.

“Pada saat lakukan penyelaman saya menemukan Korban berada dalam dasar Sungai dalam keadaan tertelungkup di dasar Sungai,” katanya.

“Selanjutnya saya menaikkan korban dan membawa korban ke rumah bibi korban atas nama Sarinah,”sambungnya.

“Pada saat korban saya temukan dalam keadaan tertelungkup di Dasar Sungai dengan mengenakan Celana Dalam dalam keadaan lemas dan bibir korban berwarna biru,”jelasnya.

Untuk diketahui bahwa korban bertempat tinggal di Gang Arjuna Jalur 2 akan tetapi dalam beberapa hari ini menginap di rumah bibi korban atas nama Sarinah di Dusun Hilir Kantor Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.

Kapolres Landak AKBP I Yoman Budi Artawan melalui Kapolsek Ngabang Kompol Wahyu Hartono mengatakan saat pihaknta dapatkan informasi kejadian anak yang hilang tenggelam, ia langsung perintahkan anggota untuk segera bergerak ke TKP.

“Segera lakukan proses evakuasi dan amankan TKP jangan sampai sangking banyaknya warga yang ingin melihat dan tercebur lagi ke sungai serta menimbulkan korban baru lagi,”terangnya.

Pihaknya buatkan visum at revertum atau pun penolakan Visum apabila pihak keluarga menerima atas kematian korban, supaya korban cepat untuk di urus pemakamannya oleh pihak keluarga.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS