Tahun Politik, Kapolda Kalbar Minta TNI-Polri Profesional dan Netral

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto saat melakukan kunjungan kerja di Kota Singkawang. [ANT]

Singkawang (Suara Kalbar) – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, meminta kepada jajaran TNI dan Polri bisa bekerja secara profesional dan kedepankan netralitas dalam memberikan pengawalan dan pengamanan di tahun politik.

“Tetap profesionalisme dan harus benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik tanpa kita harus terpecah belah, kita harus memberikan teladan yang baik kepada masyarakat,” Pipit di Singkawang, Jumat (28/4/2023) melansir dari ANTARA.

Menurutnya, TNI-Polri harus solid untuk mengawal jalannya Pemilu 2024 agar masyarakat tidak terpolarisasi.

“Siapapun nanti yang akan menjadi Presiden, maka itulah pemimpin yang harus kita dukung,” tuturnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih banyak kepada jajaran TNI AD yang ada di kota maupun di satuan-satuan di bawahnya.

“Indonesia ini perlu TNI-Polri yang kuat, karena negara kita tanpa TNI-Polri yang kuat maka tidak akan bisa mengawal pemerintahan Indonesia hingga berjalan dengan baik,” tuturnya.

Dalam kunkernya yang singkat, Kapolda berkesempatan bertukar cenderamata dengan Komandan Brigif 19/Kha serta penyerahan helm secara simbolis dari Kapolda kepada personel Brigif 19/KH.

Sementara Danbrigif 19/KH Letkol Inf Hasan Abdullah, mengucapkan selamat datang kepada kunker perdana bapak Kapolda Kalbar di Singkawang.

“Sinergi antara TNI AD dengan Polri adalah merupakan jati diri kami, itu adalah perintah yang harus dijunjung tinggi yang kami terima dari Panglima TNI, Kasad melalui Pangdam XII/Tanjungpura. Hal ini kami implementasikan baik di tingkat level Komando maupun di level taktis dan ajaran ini terbukti dalam kegiatan bersama yang kami lakukan khususnya kalau di angkatan darat yang paling banyak berkomunikasi adalah dari Kodim yang sudah terbiasa bagaimana untuk Babinsanya berkoordinasi dengan aparat kepolisian yang ada di Polres Singkawang,” katanya.

Selanjutnya, masalah penegakan hukum juga sepenuhnya TNI dukung.

“Kami di satuan tempur khususnya di Rindam dan satuan-satuan lainnya, walaupun kami tidak berinteraksi langsung dengan instansi kepolisian dalam tugas di lapangan, namun tetap kami mendukung penegakan hukum dan ketertiban yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Terlebih di TNI punya kegiatan yang namanya pembinaan teritorial terbatas.

“Dalam program ini kami ikut membina masyarakat yang ada di sekitar asrama untuk sama-sama turut berpartisipasi dalam penegakan hukum dan ketertiban masyarakat begitu pula secara internal kami juga selalu menekankan khususnya dalam hal tata tertib berlalu lintas penggunaan helm itu menjadi penekanan kami,” katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS