Kalbar  

Ramadhan, Tingkatkan Kualitas SDM Generasi Muda di Kalbar

Gubernur Kalbar H Sutarmidji saat sholat tarawih di Masjid Mujahidin Pontianak. SUARAKALBAR.CO.ID/Ho-Adpim

Pontianak (Suara Kalbar) – Gema Ramadhan mulai terasa. Ribuan umat islam tampak berbondong – bondong memadati tiap – tiap Masjid yang ada. Semua menyambut datangnya bulan yang suci dengan penuh gembira.

Diawali dengan penekanan tombol (screen) tanda dimulainya Wakaf Sajadah Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Gubernur Sutarmidji memulai Ramadhan pada tahun 1444 H /2023 ini dengan melaksanakn shalat tarawih berjamaah di Masjid Raya Mujahidin Pontianak pada Rabu (22/03/2023) malam.

Adapun gerakan yang digagas oleh Pengurus Yayasan Masjid Raya Mujahidin ini dikarenakan usia sajadah Masjid yang sudah cukup lama, sejak masjid tersebut dipugar dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 silam hingga saat ini.

“Saya ingin sampaikan terkait wakaf sajadah, Jadi dari diresmikan sampai sekarang belum pernah diganti. Kemudian, kami bersama pengurus berinisiatif untuk menggantinya.
Yang ada nanti akan dihibahkan ke masjid – masjid yang membutuhkan. Hal Ini baik, apalagi berbagi di bulan ramadhan. Berbagi dari yang memiliki kelebihan kepada yang membutuhkan. Adapun total biaya yang diperlukan sekitar Rp. 2 miliar,” katanya.

Kemudian terkait pemeliharan gedung masjid, pada tahun ini Pemprov Kalbar telah mengalokasikan 2,5 miliar untuk membantu biaya pemeliharaan Bangunan Masjid yang menjadi ikon dan kebanggaan bagi umat muslim yang ada di Kalbar.

“Kemudian provinsi juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 2,5 miliar untuk perawatan masjid. InsyaAllah kami yang diamanatkan untuk menjadi pengurus masjid ini, akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kualitas infrastruktur serta layanan masjid.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sutarmidji juga mengungkapkan rasa syukurnya karena telah dipertemukan kembali dengan bulan suci yang penuh ampunan ini.

“Mari kita memperbaiki amal ibadah kita di bulan suci ramadhan kali ini. Tekadkan sebagai ramadhan terbaik bagi kita, dan semoga kita mendapat limpahan rahmat Allah subhanahu wata’ala. Tidak gampang menjadikan Ramadhan (kali ini) sebagai ramadhan terbaik. Perlu ikhtiar yang kuat”, terangnya.

Dirinya menjelaskan, untuk mencapai nilai ibadah yang optimal di bulan suci ramadhan harus bisa menyelaraskan antara hati dengan perbuatan.

“Ini satu hal yang sulit. Ada juga yang berpendapat juga bahwa kuncinya adalah mampu mengendalikan lisan. Menurut saya intinya kita terus berupaya , menyelesaikan hati dan perbuatan serta menjaga lisan untuk tidak mengeluarkan kata – kata yang terlarang (buruk)”, ujarnya.

Kemudian, orang nomor satu di Kalbar ini mengatakan sebagai Gubernur dirinya akan mengupayakan peningkatan SDM dalam menghadapi tantangan kehidupan bagi anak cucu di masa yang akan datang.

Menurutnya kunci agar bisa mewarnai kehidupan kedepan, umat islam harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat baik. Ia menilai saat ini IPM komulatif Kalbar yang berada dibawah nasional karena kurangnya perhatian bersama terhadap kesehatan dan pendidikan.

“Kalau ekonomi saya rasa tidak ada masalah. Namun untuk pendidikan di tingkat nasioanl sudah di angka 72, kita baru hampir menyentuh angka 69, dan saat ini hanya Kota Pontianak yang 81, sudah jauh di atas nasional. Saya khawatir ketika SDA habis, sementara kita belum siap untuk SDMnya, maka kita tidak bisa menjawab tantangan itu kedepannya”, tuturnya.

Terutama pengembangan SDM khususnya dalam meningkatkam iman dan taqwa, dirinya juga tak tinggal diam melihat kondisi yang ada. Gubernur Sutarmidji tak hanya meningkatkan kualitas SDM dengan pendidikan formal namun juga non-formal, dengan mengambil langkah untuk mendekatkan generasi muda kepada Alquran. Dimana pada masa kepemimpinannya saat ini, ia memberikan apresiasi kepada para penghafal Quran yang ada di Kalimantan Barat.

“Saya bersyukur, ketika Mujahidin membangun Sekolah, awalnya 1 kelas saja susah, sekarang sudah bisa 10 kelas. ini bagus, tinggal bagaimana kita bersama meningkatkan kualitas pendidikannya. Kemudian tidak hanya pendidikan formal saja yang kita tingkatkan, tapi pendidikan non formal. Tahap awal 1.000 hafiz, saat ini malah sudah diwisuda 1.500 hafiz. Target kita 5.000 hafiz, ternyata sekarang yang sedang proses menghafal mencapai 7.000 orang. Ini luar biasa. Kemarin juga saya dengar baru diadakan pelatihan imam bagi generasi muda. Alhamdulillah 2 hal ini tak lain untuk meningkatkan SDM kita, semoga berjalan dengan baik”, terangnya.

Sebelum menutup sambutan singkatnya, mantan walikota Pontianak dua periode ini berpesan, agar seluruh umat islam yang ada di Kalimantan Barat menjalankan ibadah puasa serta menjaga toleransi beragama dengan baik.

“Seperti yang kita ketahui bersama, suasana Ramadhan terasa sangat semarak pada saat ini. Dari segi jumlah umat islam di Kalimantan Barat saat ini kira – kira 60 persen. Saya berharap, kita semua bersinergi, dan tidak mengganggu agama lain. Juga tak lupa, harus bisa menyiapkan generasi muda. Yang pasti tantangannya akan lebih sulit dari sekarang, tanpa itu kita hanya jadi penonton yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS