SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Ketapang Pedas, Harga Cabai Rawit di Ketapang Tembus Rp120 Ribu Perkilogram

Pedas, Harga Cabai Rawit di Ketapang Tembus Rp120 Ribu Perkilogram

Ilustrasi pedagang cabai merah (Foto:Suara.com)

Ketapang (Suara Kalbar)- Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Ketapang mengalami kenaikan. Bahkan kini harganya melonjak menjadi Rp 120 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ketapang, Asep Suhendar memaparkan, pihaknya memantau harga cabai di sejumlah pasar tradisional di antaranya, Pasar Rangge Sentap, Pasar Tuan -Tuan, Pasar Sungai Kinjil dan Pasar Muara Pawan.

Asep mengatakan, sebelumnya harga cabai sekitar Rp 80 ribu perkilogram, namun kini melonjak naik menjadi Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu perkilogram.

“Minggu lalu harga cabe rawit masih terpantau 80 ribu per kilo, namun tanggal 16 Maret kemarin sudah menembus 120 ribu rupiah per kilogram,” kata Asep,  melansir dari Suaraketapang–Suara Media Network, Sabtu(18/3/2023).

Asep menambahkan, kenaikan harga cabai dipicu keterbatasan stok. Hal ini lantaran musim penghujan di sejumlah daerah. Terlebih saat ini menjelang bulan Ramadhan permintaan akan komoditi tersebut cenderung meningkat.

“Kondisi di lapangan kemaren juga kena banjir, sekarang masih musim tanam, jadi mungkin dalam satu dua bulan ini baru akan panen raya, pasti di pasaran turun lagi harganya,” papar Asep.

Asep menambahkan, stok cabai di pasar – pasar tradisional di Kabupaten Ketapang, mayoritas berasal dari petani lokal. Meski ada juga beberapa diantaranya dari luar daerah.

“Kalau pantauan di lapangan, rata-rata dari petani lokal Ketapang, tapi ada juga dari luar, tapi tidak terlalu banyak,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Komentar
Bagikan:

Iklan