Mengenal Festival Tanglong yang akan Dihelat PEK Mempawah di Penghujung Ramadhan 1444 H

Festival Tanglong yang akan dihelat Pemuda Kreatif Kuala (PEK) Mempawah pada 16-18 April 2023. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. IST

Mempawah (Suara Kalbar) – Pemuda Kreatif Kuala (PEK) Mempawah Kalimantan Barat pada Ramadhan tahun ini kembali melaksanakan agenda seni budaya Festival Tanglong.

Jika tak ada aral, Festival Tanglong akan digelar pada 16-18 April 2023 di Kelurahan Pasir Wan Walim, Kecamatan Mempawah Timur.

Sekretaris Panitia Pelaksana, Mohlis Saka, mengungkapkan Festival Tanglong pertama kali terselenggara pada 2015 lalu.

“Alhamdulillah, ini tahun kesembilan kami selenggarakan. Meski dua tahun vakum karena pandemi COVID-19, tapi mulai 2022 lalu tetap bisa terselenggara,” ujarnya, Kamis (30/3/2023) pagi.

Menurut Mohlis Saka, ‘PEK’ juga merupakan panggilan akrab anak-anak muda Kuala Mempawah saat bertegur sapa satu dengan yang lainnya.

“Masyarakat selalu bertanya kapan Festival Tanglong dilaksanakan. Nah, hari ini kami sampaikan festival tersebut akan kami gelar pada penghujung ramadhan, yakni 16-18 April 2023,” cetus dia.

Mengenai hadiah, Mohlis mengatakan, pihaknya masih menggunakan sistem doorprize dengan undian nomor peserta.

“Sebagai bentuk motivasi dan penghargaan, kami akan menyediakan banyak doorprize menarik untuk para peserta. Selain itu, ada tambahan kegiatan, yaitu pemilihan tanglong dengan sistem penilaian,” papar dia.

Tujuan diadakannya Festival Tanglong ini adalah untuk mengedukasi warga, khususnya anak-anak muda masa kini.

“Generasi muda mesti tahu bahwa di daerah kita ada suatu adat istiadat berbau seni, yang apabila dilestarikan maka tidak akan termakan oleh zaman,” ujarnya.

Nah, melalui Festival Tanglong ini, imbuh Mohlis, pihaknya ingin melestarikan dan menggali kreativitas masyarakat dalam membuat karya seni unik bernama tanglong atau biasa disebut keriang bandong.

“Karena sejak dulu, tanglong sudah menjadi kegiatan rutinitas tahunan warga di kampung, khususnya saat memasuki malam lekoran di bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ketika itu, anak anak termasuk dirinya saling adu kreativitas membuat beragam bentuk tanglong dengan bahan utama dari bambu, untuk kemudian dibawa berkeliling kampung.

“Bagi kami, ikut arak-arakan tanglong bukan hanya sekedar melestarikan budaya, namun menjadi ajang menjaga silaturahmi sesama anak anak muda pada masanya,” ungkapnya mengenang masa lalu.

Ia pun berharap, pelaksanaan Festival Tanglong ini dapat terus dilaksanakan dalam rangka menjaga budaya dan seni tradisional, serta mengedukasi anak anak muda agar tidak selalu terfokus pada permainan modern melalui gadget dan lainnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS