Usung Toleransi, Kapolres Mempawah Ngopi Bareng FKUB, Penyelenggara Pemilu dan Tokoh Agama

Kapolres Mempawah AKBP Fauzan Sukmawansyah didampingi Wabup Muhammad Pagi saat Ngopi Bareng Toleransi bersama FKUB, Penyelenggara Pemilu, Tokoh Agama dan Ormas di Kafe K@’TAMB Mempawah, Kamis (23/2/2023). SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. IST

Mempawah (Suara Kalbar) – Gelaran akbar Pemilu serentak akan dilaksanakan pada tahun 2024. Nah jelang berlangsungnya pesta demokrasi lima tahunan tersebut, masyarakat diminta senantiasa menjaga perdamaian dan kerukunan.

Hal itu disampaikan Kapolres Mempawah AKBP Fauzan Sukmawansyah dalam kegiatan bertajuk Ngopi Toleransi bersama Kapolres, FKUB, Penyelenggara Pemilu dan Tokoh Agama di Cafe K-T@MB Mempawah, Kamis (23/2/2023).

Turut hadir Wakil Bupati Muhammad Pagi, Kepala Kantor Kemenag Mempawah Hasib Arista, Ketua FKUB Mempawah Iis Iskandar, Ketua KPU Mempawah M Agoes Soesanto, serta Wakil Ketua Bawaslu Mempawah Kaharudin.

Hadir juga Kabag Kesbangpol Setda Mempawah Syamsul Rizal, Sekretaris MUI Mempawah Muhardi, serta para pimpinan organisasi kepemudaan, keagamaan, dan lainnya.

Lebih lanjut Kapolres Mempawah juga meminta masyarakat jangan mudah terprovokasi apalagi ikut menyebar berita hoaks/bohong yang tidak jelas sumber informasinya, baik di media sosial maupun pesan berantai.

“Saya minta masyarakat jangan seperti daun kering, mudah dikumpulkan, namun susah diikat dan mudah dibakar. Intinya kita jangan mudah tersulut dengan informasi yang belum teruji kebenarannya,” tegas Fauzan Sukmawansyah.

Maka dari itu agar belajar dari istilah daun kering, Kapolres AKBP Fauzan Sukmawansyah mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kesatuan, serta selalu menjaga toleransi.

“Jika menemukan suatu informasi yang meragukan dan berpotensi memecah belah kerukunan, segera sampaikan ke aparat yang berwenang supaya ditelusuri kebenarannya,” tegas Fauzan Sukmawansyah.

Berbicara soal toleransi, Kapolres Mempawah tak menampik masyarakat di Kabupaten Mempawah memiliki kedewasaan dalam berpikir dan menjadi masyarakat yang berbudaya.

“Kita ambil contoh baru-baru ini toleransi yang terjaga dengan baik saat giat Imlek dan Cap Go Meh. Tidak ada riak-riak sedikitpun untuk menolak. Ini menunjukan bahwa masyarakat kita sangat berbudaya,” katanya.

Ia pun berharap kerukunan dan toleransi yang sudah terjaga dengan baik di Kabupaten Mempawah selama ini dapat terus dipertahankan seluruh elemen masyarakat sampai kapanpun.

“Termasuk saat Pemilu 2024 mendatang, harapan kita kondisi di Kabupaten Mempawah dapat berjalan kondusif dan tidak ada konflik, hanya gara-gara beda pilihan politik,” tegasnya.

Kendati tingkat kerawanan Pemilu 2024 di Kabupaten Mempawah rendah, Kapolres memastikan pihaknya memberikan perhatian besar dalam mewujudkan situasi yang kondusif.

“Kita tidak boleh lengah sedikitpun. Sedari dini harus selalu kita antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang tentunya nanti akan merugikan masyarakat,” beber Fauzan.

Tidak lupa Kapolres Mempawah mengucapkan terima kasih atas sambutan positif elemen masyarakat terhadap kegiatan Ngopi Bareng Toleransi yang digelar Polres Mempawah bersama FKUB Mempawah.

“Tentu pertemuan ini tidak sekedar ngobrol sambil ngopi, tetapi menjadi sarana kita bertukar pikiran, bertukar pendapat, dan saling mencari solusi terhadap permasalahan yang ada demi terwujudnya kerukunan masyarakat,” ucapnya.

Senada Kapolres, Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi sangat berharap para tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat menjadi garda terdepan dalam menciptakan Pemilu damai di tahun 2024.

“Mari kita jaga kerukunan antar etnis, suku dan agama di Kabupaten Mempawah yang selama ini sudah sangat harmonis dan kondusif. Mari jadikan Mempawah sebagai rumah yang aman dan damai,” serunya.

Muhammad Pagi juga mengapresiasi Polres Mempawah yang menggelar kegiatan Ngopi Bareng Toleransi bersama FKUB dalam menyongsong Pemilu agar tetap aman dan kondusif di Kabupaten Mempawah.

“Saya berharap kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan sebagai sarana silaturahmi sekaligus memupuk kebersamaan antar seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mempawah,” ucapnya.

Sedangkan Ketua FKUB Mempawah Iis Iskandar menyebut Indonesia yang terdiri dari ragam suku, agama dan etnis menjadi suatu perbedaan yang dapat disebut sebagai rahmat.

“Mari kita sebagai anak-anak bangsa untuk tidak menonjolkan perbedaan, namun menjadikan perbedaan itu sebagai suatu kekuatan untuk membangun bangsa,” tegasnya.

Menyambut Pemilu 2024, mantan Kepala Disdukcapil Mempawah ini selanjutnya mengajak masyarakat menjaga toleransi untuk memilih pemimpin lima tahun kedepan, serta jangan sampai ada permusuhan hanya karena beda pilihan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS