Kalbar  

Ancaman Varian Baru Covid-19, Masyarakat Diminta Vaksinasi Dosis Lengkap

Ahli Epidemiologi,Univeristas Indonesia dr. Iwan Ariawan

Pontianak (Suara Kalbar) – Masih ditemukanya kasus Covid -19 membuat masyarakat terus diminta menerapkan protokol kesehatan dan mewaspadai datangnya varian baru.

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), bersama dengan Breakthrough ACTION for Covid-19 yang didukung oleh The United States Agency for International Development (USAID), telah memperluas akses vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Ahli Epidemiologi,Univeristas Indonesia dr. Iwan Ariawan, mengatakan, Kedaruratan Covid-19 di Indonesia belum berakhir, terlebih saat ini telah muncul varian-varian baru. Sehingga ia mengaja masyarakat untuk mengakhiri pandemi ini dengan melengkapi vaksinasi Covid-19 sampai booster dan terus melakukan ProKes.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa kesenjangan vaksinasi saat ini masih besar.Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada September 2022 menunjukkan bahwa dari total 210 juta orang di Indonesia yang telah menerima vaksinasi Covid-19, hanya 43,967,085 yang sudah melengkapi dosis vaksinasi,” tuturnya.

dr. Iwan Ariawan, melanjutkan Pada kelompok lansia, hanya 6,698,254 yang sudah melengkapi dosis vaksinasi. Masih banyak kelompok masyarakat yang belum terwakili dan mendapatkan akses vaksinasi kare

na hambatan sosial, budaya dan ekonomi, seperti lansia, masyarakat adat, agama, dan pekerja seni budaya.
“Tantangan lain yang harus diperhatikan adalah hambatan akses dan suplai vaksinasi, dorongan dan motivasi untuk tetap melakukan protokol kesehatan juga masih harus dikampanyekan,” tambahnya.

Dirinya melanjutkan setelah hampir tiga tahun disuguhi oleh berita-berita terkait Covid-19, masyarakat dan juga media sudah jenuh menerima informasi terkait Covid-19. Saat ini yang terjadi adalah euforia endemi. Media, baik nasional maupun regional, sudah tidak banyak lagi mempublikasikan berita-berita terkait Covid-19, padahal media memiliki pengaruh terbesar dalam membangun opini masyarakat, terutama dalam situasi pandemi. Kebutuhan akan berita dan informasi Covid-19 dengan sudut pandang lain di media masih dibutuhkan, khususnya berita-berita positif mengenai vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan sebagai tindakan utama dalam melawan Covid-19 yang belum usai hingga kini.

Mendukung kesiapan pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi, termasuk meningkatkan akses dan penerimaan vaksin bagi seluruh populasi yang memenuhi syarat, mengatasi keraguan, dan melawan mis-informasi serta dis-informasi mengenai vaksin.

“Program Breakthrough ACTION for Covid-19, sejak Desember 2021 telah melakukan kampanye SIAP (Semangat Dapat Vaksinasi Lengkap) yang telah melibatkan berbagai pihak dari pemerintah Nasional, Daerah dan masyarakat, khususnya masyarakat rentan seperti lansia, masyarakat adat, masyarakat budaya dan masyarakat umum,” paparnya.

Program itu pun berjalan di beberapa kabupaten yang menjadi fokus pelaksanaan kegiatan, antara lain di provinsi Riau Kabupaten Kampar, dan Kota Dumai, provinsi Jawa Timur Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Pasuruan, provinsi Kalimantan Barat: Kabupaten Kubu Raya dan Kayong Utara, provinsi Sulawesi Selatan: Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Sinjai, provinsi NTT Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Sementara itu menurut Dian Rosdiana, Communication Team Leader Breakthrough ACTION for Covid-19 program, Banyak pembelajaran yang dapat diambil ketika pihaknya melakukan kampanye SIAP yang telah berhasil menjangkau lebih dari 167 juta populasi dan melahirkan ribuan agen perubahan di pelaksanaan Program Vaksinasi ini.

“Keberhasilan yang dihadapi di lapangan, merupakan hasil kerja bersama dengan keterlibatan dan komitmen para pimpinan nasional, daerah serta tokoh masyarakat, turut mengambil peran yang sangat penting atas kesuksesan pelaksanaan vaksinasi baik di nasional maupun di daerah.”ungkapnya.

Dian Rosdiana, mengatakan, Masih banyak Pekerjaan Rumah yang masih harus diperbaiki, yaitu keterjangkauan vaksinasi khususnya bagi lansia dan kelompok masyarakat rentan lainnya dan turunnya disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan. Terlebih memang pandemi ini belum berakhir. Sehingga tidak lengah dan tetap menjaga kesehatan dengan berperilaku hidup sehat secara sederhana seperti mencuci tangan pakai sabun, pakai masker, dan jaga jarak serta melindungi diri dengan vaksinasi.

“Untuk itu, kami pun tak bosan-bosannya untuk terus mewartakan pesan kunci Breakthrough ACTION for Covid-19 program yaitu “SIAP Lanjutkan ProKesnya, SIAP Lengkapi Vaksinasinya,” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS