Kalbar  

BNN Kalbar Ungkap Jaringan Sabu 31 Kg asal Malaysia

Pelaku sabu saat diamankan BNN Kalbar. SUARAKALBAR.CO.ID/Bian/SI

Pontianak (Suara Kalbar) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat berhasil ungkap jaringan narkotika jenis sabu sebanyak kurang lebih 31 kilogram. Sabu tersebut diduga berasal dari Negri Jiran (Malaysia) yang akan masuk ke Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala BNNP Kalbar Brigadir Jendral Polisi Budi Wibowo menyebut, pihaknya berhasil mengamankan 5 orang tersangka pada Jumat (3/6/2022) di Jalan Tani Gang HR Permai Kota Singkawang, Kalbar.

“Sebelumnya kami sudah mendapatkan informasi terkait itu, bahwa akan adanya rencana penyelundupan narkotika, target datang dari arah Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas,” katanya langsung di BNNP Kalbar, Selasa (7/6/2022).

Usai mengamankan 5 orang tersangka tersebut , pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap target yang di duga akan melakukan peredaran narkotika jenis sabu. Namun pada saat melakukan pemeriksaan, pihaknya belum menemukan langsung barang bukti tersebut.

“Namun barang bukti narkoba ada saat itu belum kami temukan, setelah melakukan pemeriksaan lebih detail terhadap handphone yang dibawa, terdapat barang bukti berupa rekaman perjalanan melewati perbatasan malindo melalui jalur tikus sedang membawa 3 buah tas yang diduga narkoba jenis sabu,” tuturnya.

Dirinya juga mengatakan, bahwa tersangka yang berhasil diamankan merupakan pemain lama, diduga tersangka yang saat ini diamankan juga dicurigai melakukan indikasi terhadap jaringan yang sebelumnya pernah di ungkap.

“Saat ini masih terus kita kembangkan , kita tidak tau persis di dalam mafia narkotika ini seperti apa strukturnya, mungkin ada otak dari segalanya nya, ada pembeli, ada pengantar, ada pengepul, ada pengedar, kemungkinan selevel itu, yang jelas kurir pertama kita tangkap kita kembangkan ke calon penerima maupun ke bandar serta ke penyandang dana,” tegasnya.

Lanjut nya, ia mengatakan jika para pemain narkotika menggunakan metode sel terputus, hal tersebut yang menjadi suatu kesulitan bagi BNN maupun stakeholder terkait.

“Dia menggunakan metode sel terputus, setiap level itu dia tidak saling mengenal, ibaratnya dia hanya Mr. X, dia hanya dapat pesan, hanya dapat perintah, tetapi tidak tau siapa yang memerintah. Selama ini seperti itu yang menjadi kesulitan bagi kita,” ucapnya.

Ia mengajak semua stakeholder untuk selalu melakukan komitmen dengan tujuan menanggulangi permaslahan narkoba yang ada di Kalimantan Barat.

“Melakukan suatu kerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan suatu komunikasi yang bisa melakukan kerjasama yang lebih efektif,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS