Segedong Berdarah! Pensiunan Polri Meninggal Dunia, Lawannya Terkapar Kritis

  • Bagikan
Pensiunan Polri bernama Edward yang mengalami luka di sejumlah bagian tubuh saat dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Jungkat. Ia dinyatakan meninggal dunia, sementara terduga pelaku MS kritis di RSUD dr Soedarso Pontianak. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Istimewa

Mempawah (Suara Kalbar) – Perkelahian berujung maut terjadi di Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (8/9/2021) pukul 22.00 WIB.

Keributan terjadi antara seorang pensiunan polisi bernama Edward, 65 tahun, dengan MS, 55 tahun. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti motif kejadian.

Namun dari peristiwa itu, Edward dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan MS kini dalam kondisi kritis masih dirawat di RSUD dr Soedarso Pontianak.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kasat Reskrim AKP M. Resky Rizal, ketika dikonfirmasi, membenarkan insiden tersebut.

Ia menegaskan, motif dan kronologis kejadian masih dalam penyelidikan Tim Jatanras Satreskrim Polres Mempawah bersama Polsek Segedong.

“Keributan ini terjadi tadi malam, pukul 22.00 WIB. Korban atas nama Edward, 65 tahun, meninggal dunia. Sementara seorang warga yang menjadi lawannya, MS, kini dirawat di RSUD dr Soedarso,” jelas AKP M. Resky Rizal.

Ia menjelaskan, keributan terjadi di Jalan Arrasyid RT. 013/RW. 004 Desa Peniti Dalam 1, Kecamatan Segedong.

Pada tubuh korban Edward ditemukan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, terutama luka robek di bagian kepala depan dan belakang.

Diduga, luka-luka itu karena tebasan parang seleng oleh terduka pelaku berinisial MS.

Sedangkan TKP kedua, di Paret Ambo Pinang, RT. 013/RW. 004 Desa Peniti Dalam 1, Kecamatan Segedong, polisi menemukan tubuh MS yang turut bersimbah darah dengan luka robek di bagian leher.

Diduga, usai keributan, pelaku MS hendak pergi dari TKP pertama, namun ia tak sanggup lagi berjalan karena luka-luka yang dideritanya.

“Keduanya langsung kita evakuasi ke Puskesmas, sementara MS kita rujuk ke RSUD dr Soedarso untuk diberikan tindakan medis,” kata Rizal.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi di TKP dan yang mengetahui kejadian tersebut.

“Kita juga sudah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, parang yang ada di TKP pertama dan parang yang ditemukan di TKP kedua,” ungkapnya lagi.

Atas tindak penganiayaan ini, pelaku MS akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 KUHP.

  • Bagikan