Inovasi Pengolahan Limbah Kulit Jeruk, Tingkatkan Pendapatan dan Efisiensi Waktu

  • Bagikan
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Aromaterapi dari kulit jeruk dilakukan pada saat PKM yang berjudul Inovasi Pengolahan Limbah Kulit Jeruk oleh Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Pontianak. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Pontianak (Suara Kalbar) – Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Aromaterapi dari kulit jeruk dilakukan pada saat PKM yang berjudul Inovasi Pengolahan Limbah Kulit Jeruk oleh Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Pontianak yang terdiri atas Raudhatul Fadhilah, Rudi Alfian, dan Heni Safitri.

Tim melakukan kegiatan dan Variasi Produk Pada UMKM Jesika Food menjawab permasalahan UMKM yang mengalami kendala dalam hal pemrosesan limbah kulit jeruk hasil produk dan efisiensi produksi.
Ketua UMKM Jesika Syarif Ridwan Ahmad mengatakan pada PKM ini, tim dosen mentransfer teknologi kepada UMKM dengan memberikan satu set alat destilasi uap yang dapat digunakan untuk UMKM dalam memproduksi minyak atsiri dari kulit jeruk.
“Selain itu, tim dosen juga melatih UMKM dalam pemasaran online agar jangkauan pemasaran lebih luas. Harapannya UMKM dapat memiliki produk baru yang dapat dijual selain sirup jeruk,” ungkapnya

Pada PKM kali ini juga tim dosen memberikan pelatihan dan pendampingan dalam penggunaan alat pengaduk sirup otomatis. Alat ini digunakan untuk efisiensi pada proses produksi sirup sehingga lebih cepat dan tidak menghabiskan tenaga pekerja. PKM ini merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Kemendikbud Dikti.

Ia menyampaikan bahwa program kemitraan yang dilaksanakan sangat membantu UMKM dalam meningkatkan pendapatan dan mengefisienkan waktu produksi. Dengan alat pengaduk otomatis yang diberikan oleh tim PKM membantu proses produksi yang semula memerlukan waktu 60-70 menit menjadi 45 menit.
“Selain itu, Teknik pembuatan minyak atsiri yang diajarkan membantu UMKM Jesika menghasilkan sumber usaha baru yaitu: aromaterapi. Essence yang dihasilkan dari kulit jeruk sangat khas dan wangi. Kulit jeruk selama ini hanya dibuang saja ke tanah, dengan adanya alat dan pelatihan yang diberikan kulit jeruk mendatangkan usaha baru,” terangnya.

Di waktu yang sama, Raudhatul Fadhilah selaku Ketua Tim PKM menyampaikan bahwa PKM yang diberikan merupakan program dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang diluncurkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra, dalam hal ini UMKM Jesika.
“UMKM Jesika mengalami permasalahan dalam mengolah limbah kulit jeruk dan proses produksi pembuatan sirup yang masih menggunakan pengaduk manual. Oleh karena itu, kami menawarkan solusi kepada UMKM untuk mengolah limbah kulit jeruk menjadi aromaterapi,” jelasnya.

Aromaterapi dapat dijadikakan mitra sebagai sumber pendapatan baru yang sangat potensial. Untuk penghematan proses produksi, kami juga mentransfer ilmu pengetahuan dengan menyiapkan alat pengaduk sirup otomatis yang diharapkan dapat mempercepata proses pengadukan dan pematangan sirup.

“Selain proses produksi, pengolahan limbah kulit jeruk menjadi aromaterapi, kami juga mendampingi mitra dalam melakukan perluasan pemasaran dengan melakukan pemasaran online. Ke depannya, kami berharap UMKM Jesika dapat menjual produk, tidak hanya di Kalbar melainkan seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Tim Liputan/rEditor: Dina Prihatini Wardoyo
  • Bagikan