Kawal Kemurnian MTQ, Muhammad Pagi Ungkap Beratnya Tugas Dewan Hakim
Mempawah (Suara Kalbar) – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-32 tingkat Kabupaten Mempawah di Kecamatan Sungai Kunyit, dilaksanakan 4-14 Juli 2021.
Dimulainya rangkaian agenda akbar tersebut diawali dengan pelantikan Dewan Hakim MTQ yang dilakukan Wakil Bupati (Wabup), Muhammad Pagi, di Mempawah Convention Center (MCC), Minggu (4/7/2021).
“Alhamdulillah, MTQ tingkat kabupaten telah kita mulai. Insya Allah agenda akbar ini akan dibuka Ibu Bupati Mempawah secara resmi pada 10 Juli 2021 di Kecamatan Sungai Kunyit,” ujar Muhammad Pagi usai melantik Dewan Hakim beserta Panitera MTQ dengan menerapkan protokol kesehatan.
Wabup mengingatkan bahwa amanah yang diberikan kepada Dewan Hakim dan Panitera MTQ sungguh tidaklah ringan dan menuntut tanggung jawab hati nurani. Terlebih keputusan yang diambil nanti tidak dapat diganggu gugat.
“Karenanya, saya meminta Dewan Hakim dan Panitera MTQ harus cermat, jujur, benar dan obyektif dalam menentukan nilai,” katanya.
Ia juga meminta Dewan Hakim, demikian juga Panitera harus tetap bersikap independen.
Kemudian bebas dari segala macam pengaruh, kepentingan, dan godaan untuk berpihak dan tidak jujur, serta senantiasa berpegang pada pedoman perhakiman.
“Mari, bapak dan ibu laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar dia.
Tidak lupa, Muhammad Pagi mengharapkan pelaksanaan MTO tingkat Kabupaten Mempawah semakin berkualitas dan mengalami peningkatan dalam semua aspek.
Untuk itu, ia meminta LPTQ sebagai lembaga yang berkompeten dalam pengembangan Tilawatil Ouran, dapat memperhatikan kualitas perhakiman dan sistem penilaian agar semakin baik dari waktu ke waktu.
“Tentu kita punya keinginan dan target agar dari satu MTQ ke MTQ berikutnya harus ada peningkatan dan kemajuan yang terlihat secara nyata. Perlu diperhatikan bahwa kekurangan yang terjadi dalam suatu penyelenggaraan MTQ tidak boleh terulang kembali pada MTQ berikutnya,” tegas dia.
Meski masih dalam situasi pandemi Covid-19, Muhammad Pagi yakin para peserta dari setiap kecamatan telah mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya. Terlebih karena dorongan semangat ingin mempersembahkan predikat yang terbaik bagi daerahnya.
“Namun kiranya diingat bahwa prestasi dan kejuaraan bukanlah segalanya. Apalagi jika sampai menempuh cara-cara yang tidak elegan lainnya untuk sebuah nama dari kebanggaan juara, maka itu jelas suatu penyimpangan dari tujuan MTQ itu sendiri,” ujarnya mengingatkan.
Terkait itu, Wabup meminta Dewan Hakim dan Panitera turut bertanggung jawab mengawal kemurnian MTQ dengan niat maupun tujuan yang lurus dan benar.
“Jika itu bisa dilakukan, Insya Allah akan menjadi amal ibadah bagi kita semua. Mari kita wujudkan MTQ ke-32 Tingkat Kabupaten Mempawah di Kecamatan Sungai Kunyit dapat lebih baik dan MTQ sebelumnya,” pungkas dia.
Ketua Dewan Hakim MTQ ke-32, KH Tusirana Rasyid, mengatakan pelaksanaan MTQ akan menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan pemerintah.
Ia berharap penyelenggaraan musabaqah ini membawa berkah dan Allah SWT mengabulkan doa-doa umat muslim agar pandemi Covid-19 cepat berakhir.
“Terhadap pelaksanaan MTQ kali ini, kami berharap menghasilkan duta-duta Kabupaten Mempawah yang akan mendulang prestasi dan mengharumkan nama daerah di kancah provinsi, nasional bahkan internasional seperti yang pernah kita raih pada tahun-tahun sebelumnya,” tutup Ketua MUI Kabupaten Mempawah ini.





