Durian Antibar Memang Top, Sehari 200-300 Buah Sukses Dijual Doan Gusti

  • Bagikan
DURIAN ANTIBAR. Doan Gusti menunjukkan durian kuning yang biasa disebut Kucing Tidok di lapak miliknya di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Sabtu (17/7/2021). Dalam sehari, ia bisa menjual 200-300 buah durian. SUARAKALBAR.CO.ID/Distra

Mempawah (Suara Kalbar) – Durian Antibar, itu artinya buah durian yang berasal dari Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.

Citra Durian Antibar telah lama kesohor di seluruh penjuru Kalbar. Tidak saja karena rasanya yang enak dan khas, tapi juga karena tekstur buahnya yang mempesona.

“Isinya tebal, sementara bijinya kecil. Soal rasa jangan ditanya, satu buah dimakan sudah bikin puas,” kata Gusti Riduan atau akrab disapa Doan Gusti kepada SUARAKALBAR.CO.ID, Sabtu (17/7/2021) siang.

Saking topnya Durian Antibar, Doan Gusti mengaku tak perlu repot mencari pembeli. Justru, pembeli sendiri yang datang ke Antibar.

“Karena itu lah, saya tak berjualan di pasar, melainkan cukup membuka lapak di depan rumah,” jelas Doan.

Musim durian di Antibar, memberi banyak berkah bagi masyarakat setempat, termasuk Doan Gusti.

Di lapak miliknya itu, tersusun rapi berbagai jenis durian, tentunya dengan variasa rasa yang memikat.

Semua durian yang dijual, semuanya dari Desa Antibar. Tidak ada durian daerah lain. Ia membelinya dari para pemilik pohon yang tak jauh dari rumahnya.

“Saya jamin 100 persen ini Durian Antibar. Silakan makan di tempat jika masih ada keraguan,” ujarnya seraya tersenyum lebar.

Dengan membuka lapak di depan rumah, dalam sehari Doan Gusti mengaku bisa menjual 200-300 buah.

Harganya tidak mahal-mahal amat. Terjangkau malah. Ada yang tiga buah cukup membayar Rp 20 ribu, ada pula yang dipatok berharga Rp 10 Ribu, Rp 20 Ribu, hingga Rp 50 ribu.

Pembeli yang datang tidak saja dari Kota Mempawah, tapi juga dari luar Kota, misalnya Sungai Pinyuh, Pontianak, Singkawang, bahkan ada yang datang Sambas.

“Terlebih bagi orangtua yang menyekolahkan anaknya di Pondok Pesantren Al-Mukhlishin, saat lewat sini biasanya singgah dan membeli durian. Mereka semua datang dari luar kota,” jelas Doan.

Istilah durian kucing tidok, menjadi salah satu penyebab Durian Antibar sangat diminati banyak orang.

Itu karena buah durian berbentuk menyerupai kucing tidur, isi yang tebal dan besar, serta bercitarasa yang enak.

Lalu ada lagi jenis durian timba dan durian jalur, yang membuat para pembeli bingung untuk memilih mana yang paling enak untuk dibawa pulang.

Musim durian di Antibar punya rentang waktu satu bulan. Sementara Doan Gusti mengaku baru enam hari muka lapak.

 

Dikunjungi Orang Top

Sejak enam hari berjualan durian, Doan Gusti mengaku telah banyak kedatangan para pejabat top di Kalimantan Barat.

Salah satunya adalah Arief Rinaldi, Anggota DPRD Provinsi Kalbar Dapil Kabupaten Mempawah-Kubu Raya.

“Cukup lama Pak Arief Rinaldi nongkrong di sini. Ia makan durian di tempat, dan turut membawa pulang beberapa durian kuning. Saya tak menyangka beliau mau singgah di lapak saya,” ungkapnya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page