SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Sutarmidji: Kehadiran dari Serikat Nelayan NU Bisa Tingkatkan Nilai Perolehan Nelayan

Sutarmidji: Kehadiran dari Serikat Nelayan NU Bisa Tingkatkan Nilai Perolehan Nelayan

Gubernur Kalbar Sutarmidji
SUARAKALBAR.CO.ID/Adpim Kalbar

Pontianak (Suara Kalbar) – Kehadiran serikat nelayan Nahdlatul Ulama di Kalimantan Barat disambut baik Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. 

Orang nomor satu di Bumi Khatulistiwa itu mengharap serikat nelayan Nahdlatul Ulama dapat terus meningkatkan nilai tukar nelayan di Kalimantan Barat.

Hal tersebut diungkapkannya saat Pelantikan dan Raapat kerja wilayah (Rakerwil) Pengurus Pimpinan Wilayah Peserta Pimpinan Cabang Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Se-Provinsi Kalbar Masa Khidmat 2020-2025 di Grand Mahkota Hotel Pontianak.

Gubernur mengungkapkan bahwa nilai tukar nelayan Kalimantan Barat hampir tak pernah di bawah 100 persen, tepatnya di antara 102 – 106 persen. Artinya, kata Sutarmidji, kehidupan ekonomi nelayan di Kalimantan Barat harus lebih baik dari pada petani.

“Karena nilai tukar petani itu paling tinggi 96 persen terkecuali pertani itu bisa meningkatkan produksi padinya sekitar dua sampai tiga persen perbandingannya. Kalau 2-3 ton maka produksinya harus 3,2 sampai 3,5 ton baru dia bisa lebih dari seratus persen artinya biaya produksi yang dikeluarkan lebih mahal,” ujarnya.

Produksi nelayan di Kalimantan Barat menurutnya cukup tinggi. Misanya saja nelayan Paloh. Paloh memiliki garis pantai yang sangat panjang. Masyarakat di sana bisa panen ubur-ubur dua kali dalam setahun.

“Hasil panen tersebut dapat menghidupi mereka selama satu tahun. dan permasalahan ubur ubur yang dijemur itu kualitas rendah karena garam industri di kita cukup susah, sehingga kalau bukan garam industri maka hasilnya cokelat kehitam-hitaman dan tidak putih dan harganya pasti turun,” paparnya.

Gunernur Sutarmidji menambahkan, selain jenis ikan tangkap ada jenis-jenis ikan air tawar di Kalimantan Barat yang sangat menjanjikan. Ikan semah misalnya, harga per kilogram ikan ini dapat mencapat Rp1,5 juta. Ikan ini, menurutnya harus dibudidayakan.

Selain ikan semah, ada pula jenis ikan sungai lain yang nilai ekonominya bagus di Kalbar, yakni ikan baung. “Tapi nggak tau Ikan baung itu bisa dibudidayakan atau tidak. Ikan baung itu penyumbang inflasi setiap bulan di Kabupaten Sintang. Ikan baung itu tetap sebagai penyumbang inflasi karena jadi bahan konsumsi masyarakat disana,” jelasnya.

Gubernur Kalbar berharap, kehadiran dari Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama bisa meningkatkan nilai perolehan nelayan. 

“Kemudian bisa juga memberikan jaminan-jaminan dalam hal keselamatan untuk para nelayan kita. Karena di Kalbar ini mata pencaharian sebagai nelayan cukup tinggi,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama pusat, Witjaksono mengapresiasi para peserta serikat nelayan yang hadir pada malam itu. Serikat Nelayan NU menurutnya baru terbentuk selama tujuh bulan sejak Juni 2020.

“Alhamdulillah sampai hari ini kita sudah mengeluarkan SK ada sekitar 27 Provinsi dan 355 Kabupaten/Kota yang sudah terbentuk,” kata Witjaksono.

Ia mengatakan, hal itu adalah pembuktian bahwa rekan-rekan anak muda NU yang dikumpulkan bisa bergerak bersama dan memberikan perubahan.

“Dan saya jamin itu pasti ada perubahan, kenapa? Buktinya, yang selama ini badan otonom-badan otonom di NU itu terbentuknya butuh waktu empat tahun tujuh tahun hingga berpuluh-puluh Provinsi dan sedangkan kita hanya butuh waktu enam sampai tujuh bulan sudah 27 Provinsi dan itu bukti bahwa anak-anak muda NU itu bisa berikan kontribusi yang baik,” pungkasnya.

Penulis: Tim Liputan

Komentar
Bagikan:

Iklan