SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kayong Utara Citra Duani: Pariwisata Karimata Berbasis Masyarakat

Citra Duani: Pariwisata Karimata Berbasis Masyarakat

Pulau Karimata.(setkab.go.id)

Kayong Utara (Suara Kalbar) – Bupati Kayong Utara, Citra Duani,  mengatakan peran perguruan tinggi sangat diperlukan dalam membuat kajian dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap mensukseskan pariwisata berbasis masyarakat.

Citra meminta bantuan Universitas Indonesia untuk memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara.

“Gugusan Cagar Alam Laut Kepulauan Karimata yang terletak di Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara terdiri dari  43 Pulau, 2 pulau diantaranya yaitu Pulau Karimata Besar dan Pulau Serutu merupakan masuk kawasan Hutan Lindung,” katanya saat menjadi pembicara didalam diskusi dan perkuliahan Kampus Magister Kajian Stratejik Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, Jumat (4/12/2020).

Cagar Alam Kepulauan Karimata mengalami 4 kali perubahan dalam penunjukan kawasan untuk pertama kalinya diusulkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kehutanan No. 2240/DJ/I/1981 tanggal 15 Juni 1981 dengan luas 77.000 Ha.

Kemudian tanggal 23 Agustus 2000 Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.259/Kpts-II/2000 berubah menjadi Suaka Alam Laut (SAL), dengan luasan 120.000 Ha.

Dan pada tanggal 20 Desember 2013 Keputusan Menteri Kehutanan : No.936/Menhut-II/2013 Kawasan berubah menjadi KPA / KSA peraian dengan luasan belum diketahui.

“Pada tanggal 2 September 2014 dikeluarkan lagi Surat Keputusan Menteri Kehutanan : No.733/Menhut-II/2014, tentang kawasan Hutan dan Konservasi Peraian Provinsi Kalimantan Barat dengan luasan 158.686’11 Ha,” jelas Bupati yang hadir mengenakan kemeja putih.

Selain menyampaikan masalah karimata, Bupati juga menyampaikan tentang Taman Nasional Gunung dan Yayasan ASRI yang berhasil menyedot perhatian dunia dengan program kesehatan yang mereka gagas.

Menanggapi materi yang disampaikan, Adipati salah satu mahasiwa S3 itu menyarankan Pemkab Kayong Utara untuk membuat pemetaan terhadap kebutuhan dan program untuk mendukung pariwisata berbasis masyarakat.

Hal ini nantinya disampaikan kepada Universitas Indonesia untuk ditindak lanjuti melalui pembahasan terbatas di Kampus dan Ikatan Alumni.

“Rekemondasinya nanti kita sampaikan kepada menteri terkait, karena kebetulan saya juga pernah menjadi staf ahli menteri Kelautan ketika Menterinya bu Susi, kita juga dapat membantu untuk meneruskan kepada BUMN,”tutur Adipati.

Arthur Josias Simon Runturambi, Ketua Program Studi Magister Kajian Stratejik Ketahanan Nasional Universitas Indonesia yang juga ikut, menyatakan siap membantu Kayong Utara dalam kajian akademis.

Dia juga menyarankan, Pemkab Kayong Utara untuk terus mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. “Pariwisata berbasis lokal, sekarang tengah diminati,” ungkapnya.

Bupati mengungkapkan juga, akan melakukan kegiatan dan kerjasama serupa dengan Univeritas dan Kampus yang ada di Kalimantan Barat juga.

Komentar
Bagikan:

Iklan