Ekonomi Digital Asean Melonjak di 2020, Akan Raup Rp 1.411 Triliun
![]() |
| Driver Gojek siap antarkan pesanan ke konsumen. (Foto: Suara.com) |
Suara Kalbar – Ekonomi digital seperti e-commerce, jasa antar makanan, hingga pembayaran online meningkat drastis di Asia Tenggara pada 2020 akibat pandemi Covid-19, demikian hasil studi terbaru dari Google, Temasek, dan Bain & Company.
Studi itu, seperti yang dilansir CNBC, Selasa (10/11/2020), mengungkapkan bahwa selama 2020 ada sebanyak 40 juta orang di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand yang mengakses internet untuk pertama kalinya.
Angka ini membuat jumlah pengguna internet di Asia Tenggara kini berjumlah 400 juta orang atau sekitar 70 persen dari total populasi. Sebagian besar pengguna baru itu berasal dari kawasan nonperkotaan di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
“Wabah virus corona global berdampak cukup besar terhadap kita, tetapi sungguh membesarkan hati melihat ekonomi digital Asia Tenggara mampu bertahan,” kata Stephanie Davis, wakil presiden Google untuk kawasan Asia Tenggara.
Laporan itu memprediksi bahwa sektor internet Asia Tenggara akan terus bertumbuh dan meraup total transaksi atau gross merchandize value (GMV) sebesar 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.411 triliun di 2020.
Lebih lanjut laporan itu memperkirakan bahwa total transaksi dari sektor internet di 2025 akan mencapai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp 4.235 triliun. Ini adalah angka yang sama dengan yang diprediksi sebelum wabah Covid-19 melanda.
Adapun studi ini dilakukan dengan meneliti lima sektor internet utama di Asia Tenggara, yakni e-commerce, transportasi online dan jasa antar makanan, travel online, media online, dan jasa teknologi finansial.
Sumber: Suara.com





