SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Protes Kematian George Floyd, Gedung Putih ‘Disegel’ Warga AS

Protes Kematian George Floyd, Gedung Putih ‘Disegel’ Warga AS

Sejumlah bagian Minneapolis, Amerika Serikat, hebat terbakar sejak Kamis
(28/5/2020) pagi, setelah warga setempat turun ke jalan memprotes
kematian George Floyd. [Antifa]

Jakarta (Suara Kalbar)- Pembunuhan pria kulit hitam, George Floyd oleh polisi Minneapolis, Amerika Serikat, menimbulkan gelombang protes. Gedung Putih bahkan sempat lockdown akibat unjuk rasa tersebut.

Menyadur USA Today,
unjuk rasa warga Amerika Serikat pada Jumat (29/5/2020) malam waktu
setempat, telah menyebabkan kerusuhan di mana-mana, termasuk di luar
Gedung Putih, Pennsylvania Avenue, Washington D.C.

Berkumpulnya para pengunjuk rasa di depan
kantor Presiden Donald Trump itu memaksa Secret Service–Dinas Rahasia
Amerika Serikat–turun tangan.

Beberapa reporter yang tengah berada di
Gedung Putih turut terjebak aksi protes tersebut. Secret Service
melarang mereka keluar dari Gedung Putih dengan alasan keamanan.

Sejumlah bagian Minneapolis, Amerika Serikat, hebat terbakar sejak Kamis (28/5/2020) pagi, setelah warga setempat turun ke jalan memprotes kematian George Floyd. [Antifa]
Sejumlah
bagian Minneapolis, Amerika Serikat, hebat terbakar sejak Kamis
(28/5/2020) pagi, setelah warga setempat turun ke jalan memprotes
kematian George Floyd. [Antifa]

Secret Service dilaporkan USA Today, jarang sekali melakukan lockdown Gedung Putih hanya karena unjuk rasa warga.

Biasanya, kantor Presiden ditutup apabila ada barang mencurigakan yang terlihat disekitaran lokasi.

Protes di depan Gedung Putih hanyalah sedikit dari banyaknya aksi protes mengecam kematian George Floyd.

Minneapolis selaku lokasi terbunuhnya
Floyd menjadi tempat dengan jumlah pendemo terbesar. 500 personil
keamanan harus dikerahkan untuk menetralisir unjuk rasa tersebut.

“Demi keselamatan publik, kami mendorong semua untuk tetap damai,” kata perwakilan Secret Service dikutip dari USA Today, Sabtu (30/5/2020).

Pada Selasa (26/5/2020), empat petugas
polisi yang terlibat dalam aksi pembunuhan itu telah dipecat dari
Departemen Kepolisian Minneapolis.

Sejumlah bagian Minneapolis, Amerika Serikat, hebat terbakar sejak Kamis (28/5/2020) pagi, setelah warga setempat turun ke jalan memprotes kematian George Floyd. [Twitter]
Sejumlah
bagian Minneapolis, Amerika Serikat, hebat terbakar sejak Kamis
(28/5/2020) pagi, setelah warga setempat turun ke jalan memprotes
kematian George Floyd. [Twitter]

Para petugas
yang terlibat dalam insiden itu diidentifikasi oleh kepolisian
Minneapolis sebagai Derek Chauvin, Thomas Lane, Tou Thao dan J.
Alexander Kueng, menurut laporan CNN.

Derek Chauvin telah ditangkap pada Jumat
(29/5/2020). Polisi yang kedapatan mencekik George Floyd menggunakan
dengkul itu didakwa sebagai pembunuh dalam kasus tersebut.

Menyadur ABC, tindak kekerasan
anggota polisi itu terekam oleh seseorang di tempat kejadian. Dalam
video, pria afro-amerika tanpa senjata itu memohon saat polisi mencekik
lehernya dengan lutut.

“Tolong, tolong, tolong, saya tidak bisa bernapas. Tolong, bung,” kata lelaki itu terdengar dalam video, seperti dikutip dari ABC, Rabu (27/5/2020).

Sumber    : Suara.com

Editor       : Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play