ODP di Mempawah Bertambah Jadi 176 Orang
![]() |
| ODP di Kabupaten Mempawah terus bertambah |
Mempawah (Suara Kalbar) – Keberadaan Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Mempawah terus bertambah. Hingga Selasa (07/04/2020) pukul 08.00 WIB, terdata jumlahnya menjadi 176 orang. Sementara jumlah orang yang selesai pemantauan sebanyak 68 orang.
“Untuk jumlah ODP memang terus bertambah setiap harinya. Namun kita lihat juga jumlah orang yang selesai dalam pemantauan juga semakin bertambah,” kata Anggota Gugus Tugas Pemkab Mempawah, drg Mukhtar Siagian, Selasa (07/04/2020) di Mempawah.
Mukhtar memastikan petugas terus bekerja di lapangan untuk melakukan pengawasan dan monitoring terhadap keluar masuk orang di Kabupaten Mempawah. Petugas berupaya mendeteksi keberadaan warga yang baru datang.
“Setiap ada laporan masuk dari Puskesmas langsung diolah di Posko Covid-19 Kabupaten Mempawah. Data ini harus selalu diupdate setiap saat,” jelasnya.
Mukhtar menerangkan, penetapan seseorang masuk dalam kategori ODP berdasarkan pada beberapa kriteria. Yakni, orang yang baru datang atau pulang dari zona merah Covid-19 seperti Jakarta dan lainnya, mengalami sakit dengan gejala mirip Covid-19.
“Maka kita minta agar ODP dengan kesadaran dirinya mengkarantina diri selama 14 hari. Dan jika kondisi kesehatannya semakin mengkhawatirkan, akan kita rujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Untuk itu, Mukhtar mengharapkan peran aktif dan dukungan elemen masyarakat agar berpartisipasi membantu petugas dalam melakukan pengawasan dan monitoring kehadiran masyarakat di lingkungannya.
“Jika ada warga yang baru datang atau pulang dari zona merah Covid-19, secepatnya laporkan kepada petugas baik itu di Puskesmas maupun Posko Covid-19 Kabupaten Mempawah,” pesannya.
Sementara itu, masih ada dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diisolasi di RSUD Dr Rubini Mempawah. Keduanya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status infeksi Covid-19.
Penulis : Dian Sastra
Editor : Dina Wardoyo





