Tangkal Berita Bohong, Perhimpunan Jurnalis Melawi Diskusi Publik
![]() |
| Suasana diskusi publik tangkal Hoaks jelang Pilkada Melawi |
Melawi (Suara Kalbar)- Sebagai bentuk partisipasi jurnalis dalam mensukseskan Pemilihan Kepala daerah serentak tahun 2020.
Perhimpunan Jurnalis (PENA) Kabupaten Melawi menggelar diskusi publik bersama para pelajar, ormas dan tokoh masyarakat, Kamis (20/2/2020).
Kegiatan yang digelar di aula salah satu hotel di Nanga Pinoh itu, dihadiri Bupati Melawi yang diwakili Ratna Irawati selaku plt Kabag Humas Setda Melawi.
Tampak hadir, Wakapolres Melawi, Kompol Jajang, Lo Kodim 1205/Sintang, Mayor Arh Edi Winarno, Ketua Bawaslu Melawi, Johani, komisioner KPU Melawi, Airin Fitriansyah.
Ketua PENA Kabupaten Melawi, Eko Susilo menuturkan Kabupaten Melawi salah satu di Provinsi Kalbar yang bersiap menggelar Pilkada Serentak pada 23 September 2020 mendatang.
“Salah satu yang biasa muncul saat jelang pemilu adalah berita berita palsu / bohong ( hoaks) ujaran kebencian hingga bermuatan SARA,” beber Eko.
Isu-isu yang bermuatan SARA (politik identitas), berita palsu (HOAKS) dan ujaran kebencian yang menggunakan media sosial sebagai medium penyampaiannya yang diketahui dapat dengan mudah dan cepat diakses oleh masyarakat luas sehingga berisiko memecah belah masyarakat dan menyebabkan terjadinya konflik sosial antar masyarakat dikarenakan perbedaan latar belakang maupun pilihan.
“Sehingga berpengaruh pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, politik, ekonomi dan sosial budaya,” ujar Jurnalis Suara Pemred ini.
Perhimpunan Jurnalis (PENA) Melawi menilai perlu dilakukannya suatu upaya pencegahan sejak dini kepada masyarakat Kabupaten Melawi terhadap bahaya politik identitas, berita palsu (HOAKS) dan ujaran kebencian pada saat berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Melawi Tahun 2020.
Melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial serta partisipasi aktif Instansi Terkait beserta masyarakat dalam menangkal politik identitas, berita palsu (HOAKS) dan ujaran kebencian di media sosial tersebut.
“Kami juga mendatangkan langsung Narasumber dari Hoax Crisis Center (HCC) Kalbar, Isa Oktaviani. Serta ada juga dari Polres, KPU dan Bawaslu Melawi,” bebernya.
Kegiatan “Diskusi Publik: Netizen, Media Sosial dan Pilkada Serentak Tahun 2020” tersebut bertujuan untuk meningkatkan pehamahaman para peserta kegiatan dalam mendeteksi dan menangkal berita palsu (HOAKS) dan ujaran kebencian di media sosial.
Meningkatkan kesadaran dan partisipasi para peserta akan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan menyampaikan pesan-pesan terkait hal tersebut melalui konten di media sosialnya masing-masing.
Serta menguatkan peran Penyelenggara Pemilu dan Instansi Terkait dalam mencegah dan menangkal berita palsu (HOAKS) dan ujaran kebencian serta Isu SARA (politik identitas) dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Melawi Tahun 2020.
Sementara itu, Bupati Melawi, Panji yang diwakili Kabag Humas, Ratna Irawati menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh rekan rekan jurnalis di Melawi yang tergabung dalam PENA, Sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah. Terutama dalam mengantisipasi maupun mendeteksi dini berita palsu (Hoaks).
“Perkembangan era digital saat ini, masyarakat diharapkan dapat bijak dalam menerima informasi. Harus cek dahulu kebenarannya, jangan sampai justru menyesatkan dan memicu konflik,” pintanya.
Penulis : Dea Kusumah Wardhana
Editor: Kundori





