SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Sinarmas komit kontribusi cegah Karhutla

Sinarmas komit kontribusi cegah Karhutla

Pontianak (Suara Kalbar) – Kebakaran hutan dibeberapa titik yang terjadi di Kalimantan Barat menjadi perhatian banyak pihak.

Khusus di Kalbar, Tahun 2016 Karhutla terjadi di beberapa titik dengan luasab mencapai 438 ribu hektar dan di Tahun 2017 mencapai 20.250 hektar.

Sementara di 2018 setidaknya akibat Karhutla tercatat 2ribu orang menderita infeksi saluran pernafasan akut (Ispa) serta menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Bentuk respon dan antisipasi Karhutla yang terjadi di Kalbar, Sinar Mas Agribisnis and Food bersama para pemangku kepentingan lainnya

seperti Polda dan BPBD Kalbar menyelenggarakan kegiatan diskusi bersama dengan mengangkat topik “Cegah Karhutla, Kalimantan Barat Bersiaga”.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Dido Haryono menegaskan jika Polda Kalbar serius menanggapi adanya Karhutla di Kalbar.

“Sejauh ini Polda Kalbar telah melakukan upaya penanganan hukum dengan langkah preventif sebagai bukti keseriusan Polda Kalbar dalam menangani Karhutla di Kalbar,” tegas Kapolda Saat Buka Puasa Bersama Sinarmas dan Kajati di Hotel Mercure, Selasa (21/5/2019).

Dijelaskan Kapolda dari kasus 2018, Polda Kalbar telah memproses 29 Tempat kejadian Perkara (TKP)  yang mengalami Karhutla dimana 32 orang pelaku berhasil ditangkap.

“Karhutla sudah ada hukumnya semua sudah ada ancaman hukum yang jelas,” kata Kapolda.

Meski menemui beberapa kendala, Kapolda mengakui seperti pemukiman yang jauh dari tempat warga sehingga sulit dalam menangani kebakaran selain aturan yang harus dihadapi.

“Misal ada beberapa kasus alat bukti tidak cukup merupakan beberapa kendala yang dihadapi sehingga saat ini penanganan harus bersinergi dengan pihak terkait menangani Karhutla,” tuturnya.

CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Kalimantan Barat, Susanto mengatakan bahwa perusahaan Sinar Mas mempunyai komitmen untuk turut berkontribusi dalam mencegah

karhutla di Kalbae dengan melaksanakan Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). “Program

yang dilaksanakan sejak tahun 2016 merupakaan sebuah program pemberdayaan masyarakat secara

partisipatif, sehingga masyarakat memiliki kemampuan dalam mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mencapai ketahanan pangan dengan cara yang lebih ramah

lingkungan melalui Pertanian Ekologis Terpadu (PET) sehingga masyarakat tidak perlu membakar lahan dalam mengelola tanah,” ungkap Susanto

Menurutnya melalui PET, masyarakat akan tetap dapat bertani dan mendapatkan pangan yang dibutuhkan, bahkan

mendapatkan produktifitas yang lebih baik dan pengeluaran yang lebih sedikit untuk mengelola pertanian.

Bersama dengan Masyarakat Siaga Api (MSA) dan pemerintah setempat, masyarakat desa diajak untuk melakukan proses belajar dengan praktik di lapangan – atau disebut juga sekolah lapangan

PET – dan kemudian mereplikasikan di kebun masing-masing.

“Contohnya di 8desa binaan di Kabupaten Ketapang melaksanakan program Pertanian ekologi terpadu yang melibatkan 233 petani,” tuturnya.

Ia menjelaskan program DMPA telah memberikan kontribusi positif dalam pencegahan karthutla di Kalbar.

Pada tahun 2018, titik panas di Ketapang menurun sebesar 89,0% dibandingkan dengan tahun 2015, dimana terdapat 213 titik panas dan 130 titik api di desa binaan. “Cuaca menjadi tantangan utama di

tahun 2018, di mana curah hujan lebih sedikit dan musim kering lebih panjang dibandingkan tahun 2017,” pungkasnya.

Penulis  : Dina Prihatini Wardoyo

Editor    : Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan