SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News 9 Kabupaten dan Kota Ikuti LSN Kalbar 2018

9 Kabupaten dan Kota Ikuti LSN Kalbar 2018

Peserta kompetisi sepakbola

Pontianak (Suara Kalbar) – Sebanyak 9 kabupaten dan kota ikuti kompetisi sepakbola Liga Santri Nusantara (LSN)  Kalbar 2018 yang akan ditutup pada final 16 September mendatang.

“Liga Santri Nusantara  berjalan khidmad. Final sekaligus penutupan tersebut akan dihadiri oleh staf khusus presiden bidang keagamaan KH.Abdul Ghoffarozin,”kata Ketua Panitia Pelaksana Muhammad Amin,Jumat (14/9/2018)

Ia menjelaskan, sebanyak 32 pondok pesantren akan mengikuti kompetisi sepak bola tersebut bertajuk Liga LSN 2018 Zona Kalimantan II Provinsi Kalimantan Barat yang telah dihelat di lapangan  persipon Pontianak (PSP), 30 Agustus – 16 September 2018. Peserta terdiri dari 9 Kabupaten Kota  di Kalimantan Barat, seperti Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Landak, Sanggau, Melawi, Kayong Utara dan Ketapang.

“2018 ke tiga kali LSN ini dilaksanakan di Kalimantan Barat, dan ada 32 pondok pesantren yang dari 9 daerah ikut ambil bagian,” ujarnya.

Ia menegaskan,  kompetisi ini menggunakan sistem setengah kompetisi dan para pemain harus berusia maksimal 17 tahun.

Dirinya berharap dengan adanya pertandingan sepak bola antar pondok pesantren ini, untuk mecari bibit-bibit sepak bola handal dan membuktikan para santri tidak hanya belajar ilmu pengetahuan dan agama saja, tetapi juga bisa berprestasi dunia olahraga.

“Kita bangga pentolan liga santri sudah ada yang eksis di kancah sepak bola nasional, seperti Muhammad Rafly yang jadi langganan timnas, ”katanya.

Sementara Slamet, salah satu pengamat santri dan alumni pesantren mengatakan LSN merupakan program langsung Kementrian Pemuda,Olahraga dan bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdatul Ulama dengan memadukan ilmu alam, umum dan etika agama. 

“LSN sudah banyak menelurkan bibit bagus untuk sepak bola kita, kita tahu Muhammad Rafly merupakan jebolan liga santri yang merupakan pemain timnas,” ujarnya.

Dia menambahkan, sudah saatnya para santri menunjukkan keahliannya, tidak hanya hebat baca al-qur’an dan kitab tetapi kemampuan di luar itu harus dimilikinya, terlebih lagi di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ini, ruang santri sangat terbuka lebar.

Penulis: Lili rahmawati (Peserta PPL IAIN Pontianak)

Editor: Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play