Rupinus Resmikan Penggunaan Gereja Katolik Stasi Tunggang

Sekadau (Suara Kalbar) – Bupati Sekadau Rupinus, bersama wakil bupati Sekadau Aloysius meresmikan secara langsungg penggunaan gereja Katolik Santa Gemma Stasi Tunggang, Desa Timpuk Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau pada Sabtu, 27 Mei 2018 kemarin.
Peresmian gereja Katolik Santa Gemma Stasi Tunggang ini ditandai dengan pembukaan tirai papan gereja oleh Bupati Sekadau Rupinus dan Pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Sekadau Aloysius.
Seusai peresmian gereja oleh Bupati lalu kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan seluruh bagian luar dan dalam gereja Katolik Santa Gemma oleh Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Yulius Mencucini, CP.
Selain memberkati Gereja santa Gemma, Uskup Mgr. Yulius Mencucini, CP juga melaksanakan perayaan misa.
Dalam Misa syukur peresmian gereja, uskuk juga memberikan Sakramen Krisma kepada 70 orang umat katolik dari berbagai stasi di kedesaan Timpuk khususnya Rt Simplas.
Hadir mendampingi Bupati dan Wakil Bupati, Kadis Pemuda dan Olahraga Paulus Misi,Kadis Dukcapil Ignasius Boni, Plt. Kabag Humas dan Protoko, Leonardus, Hadir juga Camat Sekadau Hilir dan Kapolsek Sekadau Hilir.
Hadir juga Pastor Paroki Sekadau Pastor Kristianus, CP, Pastor Paroki Monumental Pastor Maing, Pr, Pastor Jon, Diakon dan suster.
Ada juga yang hadir dari tokoh masyarakat seperti Paulus Lion. Kedatangan rombongan Bupati Sekadau disambut antusias oleh masyarakat dusun Tunggang meski jumlah kepala keluarganya hanya 39 KK. Penyambutan rombongan diawali dengan tadisi adat yakni dengan tarian, pancong buluh muda dan minum tuak adat.
Ketua Panitia Lorensius Iyu dalam laporannya menyampaikan adapun biaya yang digunakan untuk pembangunan gereja katolik Santa Gemma Stasi Tunggang ini sebeesar 270 juta. Dalam hal pembangunan gereja ini juga lanjut Lorensius, panitia pembangunan gmjuga mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sekadau sebesar 125 juta, partisipasi
umat dan donatur sebesar 30 juta dan bantuan dari Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau sebesar 15 juta.
“Trima kasih kepada Bapak Bupati, Bapak Uskup, Pastor Paroki, Para Donatur dan umat Katolik stasi Tunggang,” tuturnya.
Menurut Lorensius bangunan gereja Katolik yang sudah berdiri megah ini nantinya akan menjadi simbol pemersatu umat. “Gereja ini adalah simbol pemersatu umat Katolik,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Timpuk
dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau atas bantuan dan dukungannya untuk pembangunan rumah ibadah di desa timpuk khusunya pembangunan gereja Katolik Santa Gemma.
Dengan banyaknya pembangunan rumah ibadah di desa timpuk menurut Sirait merupakan kebangkitan rohani bagi masyarakat di desa timpuk.
“Gereja ini ibarat mimpi, kampung kecil tetapi bisa berdiri gereja yang megah. Untuk itu saya minta hendaknya selalu ada cinta kasih pada umat Katolik di Tunggang ini. Kalau cinta kasih ini kita amalkan, maka amanlah hidup ini,” pesan Sirait.
Sementara itu Bupati Sekadau Rupinus dalam sambutannya menyampaikan Pemerintah Daerah terus mendukung perkembangan rohani di kabupaten Sekadau. Salah satu dukungan tersebut adalah pembangunan rumah ibadah.
“Semua pembangunan rumah ibadah kita bantu dan inilah salah satu wujud dukungan yang bisa pemerintah kabupaten sekadau berikan dalam pembangunan di bidang rohani,” ujarnya.
Untuk itu Bupati Rupinus berharap agar gedung gereja yang sudah dibangun dengan megah ini dapat dirwat dan dipelihara dengan baik oleh umat Katolik di stasi Tunggang. Karena gereja ini merupakan lambang bahwa umat stasi Tunggang mencintai Tuhan.
“Gereja ini saya minta tolong dirawat dan dipelihara, gunakanlah gereja ini sebagai rumah doa, tempat untuk memuji dan memuliakan Tuhan,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Uskup keuskupan Sanggau yang secara terus tanpa lelah memberikan pembinaan rohani kepada umat katolik di Kabupaten Sekadau.
Sementara itu Uskup keuskup Sanggau Mgr. Yulius Mencucini, CP meminta agar umat katolik di stasi Tunggang untuk rajin datang dan berdoa di gereja.
Penulis: humas
Editor: Kundori




