Pangdam Tegaskan Potensi Pencurian SDA di Perbatasan Kalbar
Kubu Raya ( SuaraKalbar) – Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Sulaiman Agusto mengatakan Kalimantan Barat merupakan satu diantara pulau di Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga, sehingga menjadi kekhawatiran tersendiri terutama kegiatan ilegal di perbatasan.
“Kegiatan ilegal di perbatasan seperti human trafficking, ilegal logging, ilegal mining, ilegal fishing, narkotika dan sebagainya. Selain itu, potensi ancaman yang masih sering terjadi adalah penggeseran patok batas negara dan adanya blank area di wilayah perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu,” ujar Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Sulaiman Agusto.
Pangdam mengatakan terdapat sepanjang kurang lebih 370 Kilometer perbatasan Kalbar yang tidak terjaga oleh TNI.
“Tidak ada sama sekali Pos Pamtas di sepanjang batas ini. Hal tersebut sangat memungkinkan terjadinya potensi pencurian kekayaan sumber daya alam kita,” katanya.
Untuk mengamankan wilayah perbatasan, Kodam XII/Tanjungpura selaku Komando Operasi selama ini telah menggelar kekuatan di wilayah perbatasan Kalbar. Baik Satgas Udara, Laut dan Darat.
Di wilayah darat Kodam XII/Tangjungpura menggelar dua Batalyon untuk melaksanakan operasi Satgas Pamtas, kemudian 5 Kodim di wilayah perbatasan melaksanakan operasi sebagai Satgas Teritorial.
Strategi pengamanan perbatasan yang dilakukan oleh Kodam XII / Tanjungpura diantaranya, mendukung pembangunan infrastruktur di Kalbar.
“Pembangunan infrastruktur seperti pembangunan bandara di Singkawang, pelabuhan internasional Kijing, Jalan tol Pontianak – Mempawah, PLBN Nanga Bayan, Jagoi Babang dan Paloh, JIPP dan Jalan Administrasi serta pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan Terminal barang ekspor, impor di kawasan perbatasan,” jelasnya.






