Dukungan untuk Said Aqil Siradj Menguat, Salah Satunya PWNU Kalimantan Selatan
Pontianak (Suara Kalbar) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan secara totalitas mendukung KH Said Aqil Siradj (SAS) pimpin kembali PBNU.
Hal ini ditegaskan, Nasrullah, AR, Pengurus Wilayah NU Provinsi Kalimantan Selatan saat berkunjung ke Pontianak, Minggu (19/12/2021).
Seperti diketahui pada 23 sampai 25 Desember 2021 mendatang, Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Muktamar ke-34 di Provinsi Lampung, yang salah satu agenda utamanya adalah pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Saya minta kepada muktamirin agar sepakat dan mufakat mengangkat SAS untuk Ketua PBNU periode mendatang,” ujarnya kepada SUARAKALBAR.CO.ID.
Permintaan ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk sama-sama menjaga marwah Nahdlatul Ulama.
“Kami melihat diduga kuat ada upaya-upaya yang terstruktur dari kelompok tertentu untuk memenangkan salah satu pihak dalam pencalonan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-34 ini, khususnya dari oknum yang ada di Kementerian Agama beserta jajarannya di kabupaten/kota,” tegas Nasrullah.
Dirinya sangat menyayangkan lemahnya komitmen dari Menteri Agama RI, yang tidak dapat menjaga jajarannya di daerah, sehingga diduga ikut terlibat dan mengintervensi pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama.
“Kami sudah mendengar narasi-narasi yang dikembangkan oleh oknum-oknum jajaran Kantor Kementerian Agama di daerah yang kami nilai sebagai upaya mengarahkan para peserta Muktamar untuk memilih kakak kandung Menteri Agama RI sebagai Calon Ketua Umum PBNU,” beber dia.
Muktamar adalah urusan internal bagi Nahdlatul Ulama dan tidak ada sangkut-pautnya dengan Kementerian Agama RI.
Muktamar juga merupakan sebuah forum terhormat yang diharapkan dapat melahirkan Pemimpin bagi organisasi dan anggota NU.
“Kami minta Kementerian Agama beserta jajarannya yang ada di daerah untuk kembali fokus pada agenda dan program kerja dari Bapak Presiden Joko Widodo dan tidak lagi mengintervensi pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama,” saran Nasrullah.
Ia lantas mengajak semua pihak untuk mengamalkan nilai-nilai Islam yang selama ini telah dijalankan warga Nahdliyin serta ber-akhlakul karimah dalam seluruh aktivitas proses Muktamar.
“Dan kami juga berdoa agar NU yang merupakan organisasi Islam terbesar di dunia ini dapat menjadi contoh kiblat konsep kebaikan demi kemaslahatan umat bersama,” tegas dia.
Sementara itu, dalam rapat pekan lalu, PWNU Kalsel secara bulat mendukung Kiyai Said Aqil Siradj untuk pimpin PBNU lima tahun ke depan.
“Beliau tokoh dunia yang sangat layak memimpin PBNU, selain berhasil dan mumpuni secara keilmuan, beliau juga mampu memperjuangkan aspirasi kaum Nahdliyin,” katanya.
Sebagai warga Nahdliyin, Nasrullah berharap semoga muktamar NU ke-34 bulan ini berproses dengan baik sesuai rule of the game, rule of the law penuh rasa kekeluargaan dan persahabatan.
“Dengan demikian, pada gilirannya nanti tidak menyisakan luka di antara sesama warga Nahdliyin. Harapan ini bukan saja harapan tidak bertepi, tetapi semoga menjadi harapan nyata,” pungkasnya.






