SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Tunjangan 48 Nakes di Kepulauan Karimata Kayong Utara Dihapus, Ini Jeritan Hati Mereka

Tunjangan 48 Nakes di Kepulauan Karimata Kayong Utara Dihapus, Ini Jeritan Hati Mereka

Unggahan kekecewaan akibat Tunjangan Nakes untuk Kawasan Terpencil dilakukan Salah satu Nakes Kayong Utara. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Kayong Utara (Suara Kalbar) – Menunaikan tugas di kawasan terpencil bukanlah sebuah tugas yang ringan.

Terutama bagi para tenaga kesehatan yang harus menjalankan tugas mereka di tempat yang tidak biasa dengan menuju ke kawasan kerja harus bertarung nyawa karena harus melewati laut dengan gelombang tinggi disetiap harinya.

Mirisnya, kawasan kerjaan dikawasan terpencil yang selama ini mereka jalani dengan tunjangan yang mereka anggap sebagai penyemangat itu harus lenyap akibat dihapus oleh pemerintah daerah dan tidak lagi dapat mereka terima.

Jeritan hati salah satu tenaga kesehatan yang di unggah di akun facebook pribadi bernama Uneng Dadi pada Jumat (24/9/2001) inipun wujud kekecewaan mereka akibat tunjangan dihapus namun hingga kini mereka tak menemukan jawaban alasannya dari pemerintah setempat.

“Dengarkan kami para wakil rakyat, tunjangan terpencil kami tidak ada lagi, kami para petugas kesehatan di kepulau karimata berharap ada wakil rakyat yang dapat mengupayakan kesejahteraan kami,” ungkapnya lirih.

Dalam unggahan tersebut ia berharap ada bantuan dari wakil rakyat yang dapat mewakili suara para nakes di daerah kawasan terpencil.
“Kami adalah petugas petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Pelapis dengan status daerah tempat bertugas kami adalah kawasan sangat terpencil di daerah Kepulauan Karimata namun tunjangan terpencil yang dulu menjadi penguat dan penyemangat serta motivasi kami untuk selalu berjuang di tengah dentuman ombak yang tinggi dan di tengah keterbatasan yang ada kini sudah tidak ada lagi,” kata unggahan di akun facebook Uneng Dadi tersebut.

Kemudian ia juga mengatakan bahwa, namun pelayanan kesehatan tetap berjalan sebagaimana mestinya, tapi jika ada secercah harapan akan sebuah kehidupan yang lebih baik melalui tunjangan terpencil maka GAP antara bekerja di daerah kawasan perkotaan dan kawasan terpencil dapat tertutupi,” ujarnya.

Sekian dari kami petugas kesehatan puskesmas pelapis, kecamatan kepulauan karimata kabupaten kayong utara,” tutupnya.

Mengetahui hal ini suarakalbar.co.id mencoba menghubungi akun facebook Uneng Dadi ia megatakan bahwa tunjangan terpencil untuk para petugas nakes di kepulauan Karimata sudah tidak ada lagi, walaupun ada tidak sebesar tunjangan pusat.

“Kami berharap ada wakil rakyat yang dapat mengupayakan kesejahteraan bagi para nakes seperti kami yang bertugas di daerah kepulauan karimata,” urainya dengan penuh harap.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, Bambang Suberkah membenarkan bahwa tunjangan terpencil untuk para petugas nakes di kepulauan karimata tidak ada lagi.

“Betul, tidak ada lagi,” ungkapnya kepada suarakalbar.co.id.

Meski enggan untuk menerangkan mengapa tunjangan dihapus, Bambang mengarahkan suarakalbar.co.id untuk menanyakan hal tersebut ke Inspektorat dan Badan Keuangan.
“Silahkan lebih lanjut ke Inspektorat dan Nakes di Kepulauan Karimata mencapai 48 orang,” cetusnya.

Sementara itu Kadinkes Kalbar Harisson menambahkan jika tunjangan terkait Nakes di Kawasan Terpencil merupakan kewenangan masing-masing Kabupaten/Kota.

“Jika berkaitan dengan tunjangan untuk nakes di Kawasan Terpencil merupakan kewenangan Kabupaten,” pungkasnya

 

Komentar
Bagikan:

Iklan