SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Pontren Babul Khairat Desa Penibung Gelar Haul ke-23 Abuya Alhabib Hasan

Pontren Babul Khairat Desa Penibung Gelar Haul ke-23 Abuya Alhabib Hasan

Peringatan Haul ke-23 Abuya Alhabib Hasan bin Ahmad Baharun yang digelar di Pondok Pesantren (Pontren) Babul Khairat, Desa Penibung, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa (14/9/2021) malam. Turut hadir, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Istimewa

Mempawah (Suara Kalbar) – Pondok Pesantren (Pontren) Babul Khairat, Desa Penibung, Kecamatan Mempawah Hilir, menggelar peringatan Haul ke-23 Abuya Alhabib Hasan bin Ahmad Baharun, Selasa (14/9/2021) malam atau 8 Shofar 1443 H.

Kegiatan haul berlangsung khidmat dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat, yang menghadirkan ulama Pontianak, Alhabib Syafi’i Syahab selaku pemberi tausiah.

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, turut hadir dalam kegiatan tersebut, bersama para ulama, tokoh masyarakat, pengasuh dan para santri Pontren Babul Khairat, serta alumni Dalwa mereka.

Pimpinan Pontren Babul Khairat, Ustadz Zulkarnain Damiri, dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada alumni Dalwa dan masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga Haul ke-23 Abuya Alhabib Hasan bin Ahmad Baharun bisa terselenggara.

Sementara itu, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, berharap, peringatan Haul ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pemahaman nilai-nilai keislaman.

“Sekaligus sebagai upaya konstruktif dalam memperkuat jalinan silaturahmi atau ukhuwah Islamiyah antar kita semua,” imbuh Muhammad Pagi.

Wabup selanjutnya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai berkembangnya aliran Ahmadiyah yang telah difatwa MUI sebagai suatu aliran sesat dan menyesatkan.

“Namun jika menemukan ada aliran ini berkembang di daerah kita, saya imbau masyarakat untuk tidak bertindak sendiri. Serahkan penanganannya kepada pihak berwenang, yakni pemerintah, kemenag dan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ia berharap, insiden pengrusakan rumah ibadah aliran Ahmadiyah di Kabupaten Sintang jangan sampai terulang di Kabupaten Mempawah.

“Mari kita jaga bersama situasi Kabupaten Mempawah yang telah kondusif,” ujar Muhammad Pagi.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian tausiah dari ulama Kota Pontianak, Alhabib Syafi’i Syahab, serta ditutup dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin Alhabib Yasin Alhadad.

Komentar
Bagikan:

Iklan