Berencana Ikut Lomba Masak? Baca Dulu Tips dari Chef Senior Ini!
![]() |
| ilustrasi: Berencana Ikut Lomba Masak? Baca Dulu Tips dari Chef Senior Ini! [shutterstock] |
Suara Kalbar – Saat mengikuti lomba masak,
peserta dituntut menyajikan makanan lezat dengan tampilan yang menarik
dalam waktu yang sangat terbatas. Bagi orang awam, apalagi yang tidak
terbiasa memasak, tantangan itu mungkin akan sangat memberatkan.
Seperti kebanyakan lomba lainnya, kunci memenangkan perlombaam masak juga terletak pada latihan. Menurut Executive Chef
Aprez Catering, Chef Stefu Santoso, latihan jadi seorang koki untuk
ikut lomba masak sangat komplek, karena banyak hal yang perlu
dipertimbangkan.
“Harus latihan. Kalau kita tidak latihan, tidak
bisa. Karena latihan itu mengomposisikan menu, kemudian melatih antara
apa yang sudah kita komposisikan dengan timing yang ada di dalam lomba.
Bisa gak kita ngejar waktu dan kita harus menyesuaikan dengan dapur,”
kata Chef Stefu ditemui di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, beberapa
waktu lalu.
Untuk hasil yang maksimal, Chef Stefu sangat
menyarankan calon peserta melakukan latihan masakan seenak mungkin
dengan tekstur yang diinginkan. Kemudian, membuat plating atau susunan
makanan agar terlihat cantik. Juga menyesuaikannya dengan waktu yang
ditentukan saat lomba.
“Latihan itu cukup kompleks. Jadi kalau sehebat apa pun orang, kalau enggak latihan pasti bisa gagal,” ucapnya.
Tantangan memasak akan lebih berat jika dapur
lokasi lomba berada di area terbuka. Faktor angin akan membuat api
menjadi tidak stabil sehingga akan memengaruhi waktu dan tingkat
kematangan makanan.
“Pasti api goyang semua karena angin. Kedua,
temperatur bisa lebih cepat dingin. Jadi bukan cuma harus latihan, harus
bisa mikir dan penyesuaian alat,” imbuh Chef Stefu.
Oleh sebab itu, seorang koki juga perlu memiliki
insting berpikir yang tepat. Meski begitu, Chef Stefu menekankan bahwa
porsi latihan tetap berperan penting agar bisa memenangkan lomba.
“Insting iya ada, tapi 80 persen adalah di
latihan, 20 persen untuk lokasi. Lokasi itu sama penyesuaian alat karena
pasti lokasi dengan alat penyesuaian yang bisa berbeda” pungkasnya.
Sumber : Suara.com






