SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Layani 649 Ribu Jiwa, Terus Perkuat Cakupan Pelayanan

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Layani 649 Ribu Jiwa, Terus Perkuat Cakupan Pelayanan

Infrastruktur pengolahan dan distribusi air di Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa. SUARAKALBAR.CO.ID/Fajar

Pontianak (Suara Kalbar) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak terus memperkuat cakupan dan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat. Hingga Semester I 2026, perusahaan daerah tersebut telah melayani 649.105 jiwa dengan jumlah pelanggan mencapai 160.124 sambungan rumah (SR).

Hal tersebut disampaikan Penanggung Jawab (Pj) Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak, Muhammad Zulhiyardi, saat menerima kunjungan pers di kantornya, Kamis (5/11/2026).

Zulhiyardi menjelaskan, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa memiliki perjalanan panjang dalam penyediaan layanan air minum di Kota Pontianak. Pembangunan infrastruktur air bersih dimulai sejak 1959 dan mulai dikelola pemerintah pada 1962. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kemudian didirikan pada 1975 sebelum bertransformasi menjadi Perumda berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020.

Dalam mendukung pelayanan, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mengoperasikan sembilan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas terpasang keseluruhan mencapai 2.308 liter per detik.

Sumber air baku yang digunakan berasal dari Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Distribusi air dilakukan melalui empat wilayah pelayanan, yakni Imam Bonjol, Parit Mayor, Selat Panjang, dan Nipah Kuning. Jangkauan pelayanan tersebut mencakup seluruh wilayah Kota Pontianak serta sebagian wilayah Kabupaten Kubu Raya.

“Cakupan pelayanan teknis perusahaan pada 2025 tercatat mencapai 94,42 persen. Sementara itu, jumlah penduduk terlayani meningkat dari 577.286 jiwa pada 2021 menjadi 647.740 jiwa pada 2025. Pada Semester I 2026, jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 649.105 jiwa. Capaian ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap layanan air minum,” ungkapnya.

Selain memperluas jangkauan, perusahaan juga terus memperhatikan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya melalui penanganan pengaduan yang pada 2025 mencapai tingkat penyelesaian sebesar 96,82 persen.

Upaya peningkatan kualitas layanan turut didukung pengembangan kompetensi pegawai. Tercatat, rasio pegawai yang mengikuti pendidikan dan pelatihan meningkat dari 23,58 persen pada 2021 menjadi 93,12 persen pada 2025.

Dari sisi kinerja perusahaan, Zulhiyardi menyebutkan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mencatat pendapatan usaha sebesar Rp257,68 miliar pada 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp249,75 miliar.

Laba setelah pajak juga mengalami peningkatan, dari Rp32,66 miliar pada 2024 menjadi Rp41,41 miliar pada 2025.

“Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kinerja perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, Zulhiyardi menyampaikan bahwa peningkatan cakupan dan kualitas layanan tetap menjadi perhatian perusahaan. Penguatan kapasitas produksi, optimalisasi sistem distribusi, peningkatan keandalan infrastruktur, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Perusahaan juga perlu untuk terus meningkatkan efisiensi operasional, termasuk menekan tingkat kehilangan air,” tambah Zulhiyardi.

Melalui berbagai upaya tersebut, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa berkomitmen mewujudkan layanan air minum yang semakin luas, berkualitas, dan berkelanjutan.

Penulis: Fajar

‎IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play