Pemprov Kalbar Dorong Percepatan Pemeliharaan PLTU Bengkayang, Target Rampung Lebih Awal
Bengkayang (Suara Kalbar) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong percepatan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkayang untuk membantu memulihkan pasokan listrik dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau langsung progres pemeliharaan PLTU Bengkayang di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kamis (29/10/2026). Peninjauan ini dilakukan menyusul pemadaman listrik bergilir yang belakangan dirasakan masyarakat di Pontianak dan sekitarnya.
Selain memantau perkembangan pekerjaan, kunjungan tersebut bertujuan mendorong percepatan perbaikan pembangkit agar dapat kembali beroperasi lebih awal, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam kunjungan ke PT PLN Indonesia Power UBP Singkawang itu, Ria Norsan didampingi Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara Indonesia Power, Muhammad Padang Dirgantara; Vice President O&M Planning and Control III PT PLN Indonesia Power, Nugraha Septa Utama Komar; Manager PT PLN Indonesia Power PLTU Bengkayang, Fritz Daniel Pardomuan; serta General Manager PLN UID Kalbar, Maria Goretti, bersama jajaran terkait.
Rombongan meninjau pelaksanaan serious inspection atau inspeksi menyeluruh pada PLTU Bengkayang Unit 3.
Berdasarkan laporan harian, progres pekerjaan telah mencapai 35,46 persen, melampaui target rencana sebesar 34,49 persen. Pemeliharaan tersebut semula dijadwalkan berlangsung selama 54 hari dengan target penyelesaian pada 5 Desember 2026.
Gubernur berharap pekerjaan dapat dipercepat sehingga unit pembangkit tersebut bisa kembali beroperasi lebih awal dan membantu memperbaiki kondisi pasokan listrik di Kalimantan Barat.
“Target awalnya 54 hari atau sekitar 5 Desember. Mudah-mudahan bisa dipercepat menjadi sekitar 25 hari. Kita minta manajemen bekerja lebih cepat agar pada pertengahan November sudah bisa selesai,” ujar Ria Norsan saat meninjau lokasi.
Menurutnya, percepatan pemeliharaan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung peningkatan keandalan pasokan listrik yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.
Ia berharap kondisi kelistrikan semakin membaik sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha tidak terganggu, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan listrik.
Ria Norsan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah bersabar menghadapi pemadaman selama proses pemeliharaan berlangsung. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar masyarakat mengetahui perkembangan perbaikan pembangkit dan kondisi sistem kelistrikan.
“Kita ingin memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi kelistrikan saat ini. Harapannya, pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga keandalan pasokan listrik semakin baik,” katanya.
Sementara itu, pihak manajemen menyatakan akan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung percepatan pekerjaan. Sejumlah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi pembersihan komponen Main Stop Valve (MSV) dan lower casing, perbaikan sistem udara pembangkit, serta pengujian kelistrikan pada turbin dan generator.
PLTU Bengkayang memiliki daya mampu netto sebesar 80 megawatt (MW) dan menjadi salah satu pembangkit yang menopang sistem kelistrikan interkoneksi Khatulistiwa di Kalimantan Barat.
Kapasitas tersebut berkontribusi sekitar 12 persen terhadap beban puncak sistem yang mencapai sekitar 650 MW. Karena itu, kembalinya unit pembangkit beroperasi diharapkan dapat membantu memperkuat pasokan listrik dan meningkatkan keandalan sistem secara keseluruhan.
Pemprov Kalbar berharap percepatan pemeliharaan PLTU Bengkayang dapat terealisasi sesuai target sehingga kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha dapat terpenuhi dengan lebih baik, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas selama periode Natal dan Tahun Baru.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






