BKOW Kalbar Luncurkan GATI, Perkuat Peran Ayah Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Pontianak (Suara Kalbar) – Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Barat memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Program Unggulan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan, perlindungan, dan pendidikan karakter anak guna mewujudkan keluarga harmonis dan bebas kekerasan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Penyuluhan Penguatan Peran Organisasi Wanita dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Era Digital yang digelar di Aula BKKBN Perwakilan Kalimantan Barat, Senin (19/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BKOW Kalbar Hj. Erlinawati yang juga anggota DPD RI, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kalbar, Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, perwakilan Sekretariat Daerah Kalbar, serta 44 organisasi wanita se-Kalimantan Barat.
Dalam arahannya, Erlinawati menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital turut menghadirkan tantangan baru dalam upaya melindungi perempuan dan anak. Bentuk kekerasan yang perlu diwaspadai tidak hanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan verbal, tetapi juga kekerasan berbasis gender online serta berbagai kejahatan terhadap anak di ruang digital.
“Kita perlu bersama-sama mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, kita bangun rumah tangga yang harmoni, bisa menjadi teladan untuk masyarakat dan kebanggaan bangsa,” tegas Erlinawati.
Menurutnya, pencegahan kekerasan membutuhkan keterlibatan seluruh anggota keluarga dan dukungan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, organisasi wanita memiliki peran strategis dalam memperluas edukasi, membangun kesadaran, serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Melalui GATI, BKOW Kalbar juga ingin mengubah paradigma bahwa tanggung jawab pengasuhan dan pencegahan kekerasan hanya dibebankan kepada perempuan.
“Selama ini pencegahan kekerasan selalu dibebankan kepada perempuan. Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia, kami ingin mengubah paradigma. Ayah yang hadir, mengasuh, dan menjadi teladan adalah kunci utama keluarga bebas kekerasan. Ini adalah jawaban dari Kalbar untuk Indonesia,” jelas Erlinawati.
Ia berharap keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga tidak sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga hadir secara emosional, mendampingi tumbuh kembang anak, membangun komunikasi yang sehat, serta menjadi contoh dalam menanamkan nilai-nilai positif.
Sebagai langkah awal implementasi GATI, BKOW Kalbar memberikan paket bantuan khusus kepada ibu hamil serta penghargaan kepada ayah teladan. Penghargaan tersebut diberikan kepada sosok ayah yang dinilai aktif mendampingi istri, terlibat dalam pengasuhan anak, dan menjadi pelopor gerakan antikekerasan di lingkungan masing-masing.
Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar menyambut baik pelaksanaan GATI karena sejalan dengan program nasional Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Keterlibatan ayah dalam pengasuhan juga dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak serta upaya percepatan penurunan stunting.
Sinergi antara BKOW, BKKBN, pemerintah daerah, dan organisasi wanita diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi mengenai pengasuhan yang setara, perlindungan anak, serta pencegahan kekerasan di lingkungan keluarga maupun ruang digital.
Dengan dukungan 44 organisasi wanita yang hadir, BKOW Kalbar menegaskan komitmennya menjadi penggerak Gerakan Ayah Teladan Indonesia, dimulai dari Pontianak untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Melalui gerakan ini, BKOW Kalbar berharap terbangun kesadaran bersama bahwa keluarga yang harmonis dan bebas kekerasan membutuhkan peran aktif ayah dan ibu, sekaligus dukungan lingkungan yang peduli terhadap keselamatan dan hak-hak perempuan serta anak.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah mewujudkan Kalimantan Barat yang ramah perempuan dan ramah anak, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan era digital.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






